oleh

Digelar Sehari, Festival Tangkeno Ke 8 Wujud Komitmen Pemkab Bombana Majukan Sektor Pariwisata

Kabaena, HarapanSultra.COM | Sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana untuk memajukan sektor Pariwisata di daerah yang terkenal sebagai penghasil emas itu,  Festival Tangkeno yang ke 8 Tahun tetap digelar dengan mengikuti protokol pencegahan corona virus (covid-19), bertempat di Desa Wisata Tangkeno “Negeri Di Atas Awan”, Kamis (10/09/2020).

Bupati Bombana, H. Tafdil, SE., MM mengatakan, memasuki tahun ke 8 pelaksanaan Festival Tangkeno, Pemerintah Kabupaten Bombana telah banyak melakukan upaya untuk membangun sarana prasarana di beberapa destinasi, walau semua itu dirasa belum cukup bila dibandingkan dengan daerah lain yang telah lebih dulu maju di sektor Pariwisata.

” Pengembangan Pariwisata ini merupakan tanggung jawab kita semua untuk mengembangkan sumberdaya yang kita miliki sehingga menarik wisatawan untuk datang,” Ujar Bupati Bombana dua Periode itu.

Suami dari Hj Andi Nirwana itu berharap meski pelaksanaan festifal cuma digelar sehari penuh, namun tetap wajib melaksanakan instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian corona virus disease 2019.

Suasana Pembukaan Festival Tangkeno
Suasana Pembukaan Festival Tangkeno

Protokol dimaksud yaitu menggunakan alat pelindung diri berupa masker yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu, jika harus keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya, Membersihkan tangan secara teratue, Pembatasan interaksi fisik (physical distancing) dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

” Perlindungan kesehatan wajib kita patuhi untuk memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat disekitar kita, sayangi diri anda dan sayangi orang orang yang kita cintai yang berada disekeliling kita,” Harap Tafdil

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bombana, Janariah, S.Sos mengatakan tujuan pelaksanaan festival ini sebagai upaya Pemerintah Kabupaten untuk menjaga, melestarikan dan mengembangkan budaya sebagai perekat dan jati diri daerah.

” Ini juga dalam rangka mempromosikan kearifan dan objek wisata yang ada di Kabupaten Bombana,” Ujar Janariah

Ia menyebut Pelaksanaan Festival kali ini diawali dengan Pawai Budaya Bombana dilanjutkan pertunjukan Tari Kolosal dan Pameran masakan khas daerah dan ragam kuliner serta pameran kerajinan atau kriya.

” Yang berbeda kalau Festival ditahun sebelumnya digelar 6 hari namun karena kita mengantisipasi penyebaran covid-19 kita hanya gelar sehari saja,” Jelasnya

Ia menyebut pameran makanan khas daerah yaitu menampilkan aneka ragam kuliner sedangkan pameran kerajinan atau kriya akan menampilkan kerajinan yang terbuat dari bahan baku yang tumbuh didaerah ini yang merupakan potensi yang harus dikembangkan yang dapat bernilai ekonomi khususnya bagi masyarakat setempat dan umumnya Kabupaten Bombana

” Insya Allah kedepan kerajinan yang ada akan kita kembangkan contohnya seperti kotak makan yang terbuat dari bambu akan kita pakai untuk kotak makanan disetiap rapat rapat yang diselenggarakan pemerintah daerah agar para pengrajin dapat tumbuh dan berkembang kalau bukan kita yang memulai siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi,” Tutupnya. (ADN)

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA