oleh

Pemkab Bombana Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Secara Virtual

-ADS-1149views

Gowa,Sulawesi Selatan,HarapanSultra, COM / Pemkab Bombana mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah minggu ketiga Januari 2024 secara virtual dari Aula Balai Diklat PKN BPK RI Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (22/1/2024). Rakor ini diikuti oleh Gubernur, Wali Kota, dan Bupati se-Indonesia dan dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Tito Karnavian.

Rakor ini bertujuan untuk menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kinerja bersama semua pemangku kepentingan yang sudah berhasil menjaga stabilitas inflasi Nasional, yang pada Desember 2023 mencapai angka 2,61 persen. Mendagri juga mengingatkan daerah yang tingkat inflasinya masih tinggi untuk mengupayakan pengendalian inflasi lebih keras lagi.

Dalam rakor ini, beberapa narasumber dari Kementerian/Lembaga terkait memaparkan data dan informasi terkini tentang inflasi di daerah. Salah satunya adalah Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Pudji Ismartini, yang menyampaikan bahwa inflasi beras, cabai merah, cabai rawit, bawang putih dan daging ayam ras yang relatif tinggi mayoritas terjadi di kota-kota di luar Pulau Jawa. Ia juga menyebutkan bahwa jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sampai dengan minggu ketiga Januari turun sebesar 8 persen poin dibandingkan pada minggu sebelumnya.

Sementara itu, Pemkab Bombana terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan pangan dan menjaga keterjangkauan harga di daerahnya. Kebijakan tersebut dilakukan di bawah arahan Pj Bupati Bombana, Edy Suharmanto melalui berbagai program di antaranya, dengan penguatan cadangan pangan Pemerintah khususnya beras, pendistribusian sembako bersubsidi, menggelar Operasi Pasar Bombana dan gerakan penanaman dan panen diantaranya panen dan tanam aneka cabe, panen telur ayam serta panen bawang merah.

Hal senada disampaikan oleh Kadis Pertanian Muhammad Siarah, usai ikuti rakor. Ia mengatakan bahwa Pemerintah pusat berpesan, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi saat ini, termasuk target inflasi yang semakin ketat, komitmen dan sinergi bersama Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait harus terus diperkuat guna menjaga inflasi tetap stabil dan terkendali khususnya di Kabupaten Bombana. Ia juga menyebutkan beberapa upaya yang dilakukan oleh Dinas Pertanian, seperti gerakan Penanam Luas Tambah Tanam (LTT) padi, gerakan penanan aneka cabe dan gerakan panen aneka cabe serta gerakan tanam dan panen bawang merah. Ia menambahkan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu ini -0,920 penyumbang negatif dimana cabe merah -0,51 dan cabe rawit -0,41.

Hadir dalam rakor ini, Pj Bupati Bombana, Edy Suharmanto didampingi Sekda Kab. Bombana Man Arfa, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bombana, para Asisten Setda Kab. Bombana, Staf ahli dan Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemkab Bombana.

 

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA