oleh

Penambangan Nikel PT. Trias Jaya Agung di Kabaena Abaikan Sejumlah Kewajiban Pengelolaan Lingkungan

Rumbia, HarapanSultra.COM | Kegiatan penambangan Nikel oleh PT. Trias Jaya Agung di Kelurahan Rahampuu, Kecamatan Kabaena, disinyalir  mengabaikan sejumlah kewajiban pengelolaan lingkungan hidup sehingga berpotensi menimbulkan kerugian dan bencana bagi masyarakat setempat.

Hal tersebut terungkap saat Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Terpadu Kegiatan Pertambangan Bahan Nikel yang dibentuk oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bombana yang melibatkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Insan Pers dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) melakukan kunjungan lapangan di wilayah kerja PT. Trias Jaya Agung,  Jum’at (06/11/2020).

Ketua Tim Monev Terpadu Makmur Darwis menyebutkan salah satu temuan yang dimaksud, yakni dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lapangan (RPL) yang dibuat oleh perusahaan tidak sesuai dengan fakta yang terjadi dilapangan.

” PT Trias Jaya Agung tidak melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup berdasarkan dokumen RKL dan RPL,” Ujar Sekretaris DLH Bombana itu.

Selain itu lanjut Makmur, berdasarkan pemeriksaan lapangan, PT. Trias Jaya Agung juga tidak melakukan pengujian kualitas air dan udara serta tidak memiliki setting pond dan drainase saluran air di lokasi pertambangan yang harusnya dibuat oleh perusahaan sehingga hal ini berpotensi membawa lumpur langsung ke pemukiman warga pada saat musim penghujan.

” PT Trias Jaya Agung ini Belum melakukan kegiatan penambangan sesuai dengan dokumen AMDAL nya,”Tegas Makmur

Foto : Musrif (Anggota DPRD Bombana) saat mengdokumentasikan Lokasi Penambangan PT. Trias Jaya Agung
Foto : Musrif (Anggota DPRD Bombana) saat mendokumentasikan Lokasi Penambangan PT. Trias Jaya Agung

Berdasarkan hasil Monev tersebut tambahnya, Tim Monev Terpadu merekomendasikan agar Perusahaan yang berkantor di Kelurahan Rahampuu itu menyusun laporan RKL-RPL yang disesuaikan dengan KEPMEN-LH nomor 45 tahun 2005 tentang pedoman penyusunan RKL-RPL serta  Mengoptimalkan peran bagian K3LH dalam melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup.

” Kita berharap perusahaan menggunakan data hasil pemantauan yang telah Tim berikan sebagai bahan perbaikan kinerja pengelolaan lingkungan hidup di lingkungan kerja perusahaan,” Pungkasnya.

Sementara itu, Admin PT Trias Jaya Agung, Hasrullah saat konfirmasi media ini di Kantornya mengaku tidak mengetahui persis persoalan lapangan yang dibeberkan oleh Tim Monev Terpadu, karena hal itu bukan bagian dari tugas pokoknya dan Kepala Teknik Tambang (KTT) Perusahaan tersebut sedang berada di Kota Kendari dalam rangka mengikuti kegiatan.

” Saya tidak tahu juga soal itu,”singkatnya.

Foto : Monev di Kantor PT. Trias Jaya Agung
Foto : Monev di Kantor PT. Trias Jaya Agung

Berdasarkan pemantauan langsung awak media ini di Lokasi penambangan PT. Trias Jaya Agung, saat ini tidak ditemukan kegiatan proses penambangan sama sekali.

Pewarta : Idris Hayang

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA