oleh

Wujudkan Busel Produktif 2020, Disparekraf Latih 20 Desa Manajemen Homestay

Batauga, HarapanSultra.COM | Untuk mewujudkan Kabupaten Buton Selatan (Busel) sebagai pusat pertumbuhan baru melalui optimalisasi pengembangan sumberdaya lokal menuju Buton Selatan yang sejahtera, mandiri dan bermartabat, maka semua Organisasi Perangkat Daerah harus mampu menterjemahkan dalam program serta mampu mengimplementasikan pada berbagai kegiatan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.

Termasuk Dinas Pariwisata dan Ekonomi kreatif (Disparekraf) Kabupaten Buton Selatan diharapkan mampu berkontribusi dan mengambil peran penting dalam pencapaian visi Pemerintahan Kabupaten Buton Selatan.

Hal tersebut diungkapkan Kadis Disparekraf Busel, Laode Harwanto, S.Pd, M.Pd saat disambangi awak media Harapan Sultra di sela sela pelaksanaan Pelatihan yang diselenggarakan di Hotel Mira, Kota Bau-Bau, Jumat, (11/10/2019).

Menurutnya salah satu strategi yang akan dilakukan oleh Dinas yang dipimpinnya itu dalam upaya pencapaian visi pemerintahan di tahun ketiga kepemimpinan Bapak Laode Arusani sebagai Bupati Buton Selatan, yaitu konsen melakukukan beberapa kegiatan antara lain, Pelatihan Manajemen Homestay yang dikuti oleh 20 desa yang tersebar pada tujuh Kecamatan se Kabupaten Buton Selatan.

Suasana Pelatihan Homestay
Suasana Pelatihan Homestay

” Tujuan pelaksanaan pelatihan manajemen homestay ini adalah untuk memberi pengetahuan kepada peserta pelatihan bagaimana memamanfatkan rumah warga untuk digunakan oleh wisatawan pada saat ada kunjungan wisatawan di desa masing-masing,” imbuh Mantan Kepala Badan penanggulangan bencana Daerah Kabupaten Buton Selatan ini.

Ia berharap kedepan agar para Kepala Desa yang telah mengutus peserta pelatihan yang sedang dilatih untuk mengelola Rumah tinggal sementara (Homestay) yang tersebar di beberapa Desa, agar memanfaatkan hal itu dengan baik karena disadari bahwa hampir semua Desa juga megalokasikan anggaran Dana Desa untuk membangun pariwisata Desa.

” Kedepan, jika di Desa tersebut sudah membangun dan mengembangkan kepariwisataan, maka diharapkan dapat menyiapkan minimal satu Homestay untuk ditempati menginap para pengunjung wisata yang akan berkunjung.” harapnya

Untuk bangunan Homestay itu sendiri tambah Mantan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Busel itu, harus memenuhi beberapa kriteria agar layak digunakan

” Untuk Homestay harus memenuhi syarat dan layak seperti rumah tersebut harus unik seperti rumah panggung, kelihatan indah, bermotif dan berciri khas budaya dan bersih serta tersedia Fasilitas seperti kamar mandi, tempat tidur dan sebagainya.” Paparnya (Abady Makmur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA