Bombana, HarapanSultra,COM |Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bombana terus berinovasi untuk meningkatkan pelayanan publik. Melalui program “Si Cantik” (Siap Cetak dan Antar Akte Kematian), Disdukcapil mempermudah proses pengurusan akte kematian yang kini bisa dicetak dan diantar langsung kepada keluarga almarhum. Program ini diluncurkan untuk mengurangi beban administrasi keluarga yang berduka, sekaligus mempercepat kepemilikan akte kematian bagi masyarakat Kabupaten Bombana.

 

Rabu lalu, salah satu implementasi program ini dilakukan oleh Kabid Pendaftaran Penduduk Disdukcapil, Anshar, S.Pd., beserta timnya, yang menyerahkan langsung akte kematian kepada keluarga almarhumah Ibu Nursiah, warga Kelurahan Lameroro, Kecamatan Rumbia. Penyerahan akte ini juga dihadiri oleh Awaluddin Madaeng, mantan Sekretaris Disdukcapil Bombana, yang turut mendukung inovasi ini. Dalam kesempatan tersebut, Anshar menjelaskan pentingnya program “Si Cantik” dalam mempercepat proses penerbitan akte kematian dan memastikan pelayanan publik yang responsif serta ramah bagi masyarakat.

“Kami menyadari bahwa di momen kehilangan, keluarga yang berduka membutuhkan proses yang cepat dan efisien. Dengan program Si Cantik, kami harap pengurusan akte kematian menjadi lebih mudah dan cepat. Program ini adalah langkah konkret dari Disdukcapil Bombana untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Anshar saat menyerahkan akte kepada keluarga almarhumah.

Selain mempercepat administrasi, “Si Cantik” juga merupakan wujud komitmen Disdukcapil untuk meningkatkan cakupan kepemilikan akte kematian di Bombana. Program ini membantu agar setiap laporan kematian yang diterima dari desa atau kelurahan segera ditindaklanjuti, tanpa keluarga harus berulang kali datang ke kantor Disdukcapil.

Menurut Awaluddin Madaeng, program ini adalah contoh pelayanan yang patut diapresiasi, khususnya dalam memberikan kenyamanan bagi keluarga yang tengah berduka. “Di saat kehilangan, keluarga sering kali dihadapkan pada beban administratif yang tidak mudah. Kehadiran tim Disdukcapil ke rumah duka membawa manfaat besar, membuat mereka merasa diperhatikan dan didukung. Inisiatif seperti Si Cantik inilah yang sebenarnya sangat diperlukan,” kata Awaluddin.

Ia pun berharap agar Disdukcapil terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk memastikan setiap laporan kematian bisa segera direspons. “Jika komunikasi antara Disdukcapil dan pihak kelurahan berjalan lancar, pelayanan ini akan semakin baik dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Dengan begitu, kami bisa memberi kemudahan dan ketenangan bagi keluarga yang tengah menghadapi masa sulit,” tambah Awaluddin.

Program “Si Cantik” juga diharapkan dapat menciptakan sistem layanan kependudukan yang lebih proaktif dan berfokus pada kebutuhan nyata masyarakat. Dengan program ini, Disdukcapil Bombana menunjukkan komitmennya untuk selalu berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan, serta mengedepankan pendekatan yang lebih manusiawi.