
Bombana, Harapansultra.com – Di atas derasnya aliran Sungai Poleang, keberanian dan semangat gotong royong berpadu menjadi satu. Personel Kodim 1431/Bombana bersama masyarakat kembali melanjutkan pembangunan Jembatan Gantung Garuda Merah Putih dengan memasang pagar pengaman dan lantai jembatan di Dusun Lemboea I, Desa Rompu-Rompu, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, Senin (20/7/2026).
Suasana penuh semangat terlihat sejak pagi. Di atas jembatan yang belum rampung, beberapa Babinsa bekerja di ketinggian memasang lantai dan pagar, sementara warga secara bergantian mengangkat material dari bawah. Tidak ada sekat antara TNI dan masyarakat. Semua larut dalam semangat gotong royong, saling membantu agar pembangunan jembatan dapat selesai tepat waktu.
Babinsa Desa Rompu-Rompu, Serka Aliasri, mengatakan pembangunan jembatan tersebut bukan hanya tentang menyelesaikan sebuah proyek, melainkan menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini mendambakan akses yang lebih aman dan mudah.
“Setiap papan yang kami pasang dan setiap baut yang kami kencangkan adalah bagian dari harapan masyarakat. Kami bekerja bersama warga dengan penuh semangat karena kami ingin jembatan ini segera bisa digunakan untuk mendukung aktivitas mereka sehari-hari. Inilah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Serka Aliasri.
Kepala Dusun Lemboea I, Ismail, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas dedikasi personel Kodim 1431/Bombana yang tanpa mengenal lelah terus mendampingi masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.

“Kami benar-benar terharu melihat Babinsa bekerja tanpa ragu meski harus bergelantungan di atas sungai. Kehadiran mereka memberi semangat bagi kami untuk ikut bergotong royong. Jembatan ini bukan hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga menghubungkan harapan masyarakat untuk kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda Merah Putih terus dikebut dari hari ke hari. Setelah sebelumnya menyelesaikan pemasangan tiang utama, kabel, dan konstruksi penyangga, kini pekerjaan difokuskan pada pemasangan lantai dan pagar sebagai tahap penting sebelum memasuki proses penyempurnaan akhir.
Jika telah rampung, jembatan ini akan menjadi urat nadi baru bagi masyarakat di sekitar Sungai Poleang. Akses menuju kebun, sekolah, fasilitas kesehatan, dan pusat perekonomian akan menjadi lebih cepat, aman, dan efisien. Lebih dari itu, Jembatan Gantung Garuda Merah Putih akan menjadi simbol kuat bahwa dengan semangat kebersamaan, kerja keras, dan gotong royong, harapan yang selama ini terasa jauh akhirnya dapat diwujudkan.








Tinggalkan Balasan