Bombana, Harapansultra.com – Senyum dan harapan kembali menyelimuti warga Dusun Lakoa, Desa Babamolingku, Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana. Setelah berbulan-bulan harus menghadapi sulitnya akses akibat jembatan gantung yang hanyut diterjang banjir, impian mereka untuk kembali menikmati jalur penghubung kini mulai terwujud. Kodim 1431/Bombana resmi memulai pembangunan kembali jembatan tersebut sebagai wujud nyata kepedulian TNI kepada masyarakat.

Jembatan gantung itu bukan sekadar sarana penyeberangan. Selama ini, jembatan menjadi urat nadi yang menghubungkan Dusun Lakoa dengan Desa Anawua, Kecamatan Toari, Kabupaten Kolaka. Setiap hari, jalur tersebut dilalui warga yang bekerja, para petani mengangkut hasil panen, dan kegiatan lainnya.

Komandan Kodim 1431/Bombana, Letkol Arm Mulyadi, SH, mengatakan pembangunan jembatan merupakan bentuk pengabdian TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, terutama setelah bencana yang memutus akses vital antarwilayah.

“Jembatan ini memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat. Setelah hanyut diterjang banjir, kami berkomitmen untuk membangunnya kembali agar aktivitas warga dapat berjalan normal. Kehadiran TNI harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Dandim.

Menurutnya, pembangunan tersebut tidak hanya bertujuan menghadirkan kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga menghidupkan kembali roda perekonomian masyarakat serta mempererat hubungan sosial antara warga Bombana dan Kabupaten Kolaka. Karena itu, proses pengerjaan dilakukan dengan semangat gotong royong bersama masyarakat setempat.

Di tengah teriknya matahari, personel Kodim 1431/Bombana bersama warga bahu-membahu memulai setiap tahapan pembangunan. Semangat kebersamaan yang terjalin menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dan rakyat, di mana setiap tetes keringat yang tercurah menjadi investasi bagi masa depan masyarakat.

Bagi warga Dusun Lakoa, pembangunan jembatan ini bukan hanya menghadirkan akses yang kembali terbuka, tetapi juga mengembalikan rasa aman, harapan, dan optimisme untuk menjalani aktivitas sehari-hari tanpa harus dibayangi sulitnya medan yang memisahkan mereka.

Melalui pembangunan jembatan gantung tersebut, Kodim 1431/Bombana kembali membuktikan bahwa pengabdian TNI tidak hanya diwujudkan dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Sebab, bagi TNI, membangun jembatan bukan sekadar menyambung dua tepi sungai, melainkan juga menyambung harapan dan masa depan rakyat.