Bombana,HarapanSultra.COM | – Aroma perubahan mulai menguar dari jantung Kabupaten Bombana. Pasca pelantikan Bupati Ir. Burhanuddin dan Wakil Bupati Ahmad Yani pada 20 Februari 2025, semangat pembaruan langsung menyentuh tanah—secara harfiah. Salah satu langkah awal yang mencolok dari kepemimpinan baru ini adalah aksi bersih-bersih besar-besaran di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bombana yang terletak di Kelurahan Lauru, Kecamatan Rumbia.

Puluhan personel dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bombana diterjunkan sejak hari-hari pertama usai pelantikan. Tanpa menunggu lama, mereka menyisir halaman Rujab yang sebelumnya tampak tak terurus. Rerumputan liar dipangkas, semak belukar dibersihkan, dan saluran drainase yang sempat tersumbat sampah dikuras hingga bersih. Kini, wajah Rujab menampakkan kesan baru—lebih rapi, lebih tertata, dan lebih layak menyambut pemimpin daerah yang baru saja dilantik.

Namun, yang menjadikan kegiatan ini istimewa bukan semata hasil akhirnya, melainkan semangat kolaboratif yang menyertainya. Aksi bersih-bersih ini melibatkan tak hanya aparatur DLH, tetapi juga pemuda dan warga setempat. Mereka bergotong royong, menyumbangkan tenaga dan waktu demi satu tujuan bersama: menciptakan suasana yang nyaman dan representatif bagi pemimpin mereka.

“Ini bukan sekadar bersih-bersih biasa. Ini simbol, bahwa pemerintahan yang baru dimulai dengan semangat yang bersih, kerja bersama, dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujar Sitti Arnidar, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Bombana.

Arnidar menegaskan, kegiatan ini adalah bagian dari upaya membangun kesadaran publik tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Terlebih, Rujab bukan hanya tempat tinggal seorang kepala daerah, tapi juga pusat simbolik dari kepemimpinan dan pelayanan publik. Oleh karena itu, menjaga kebersihan di tempat tersebut memiliki makna lebih dalam dari sekadar estetika.

“Lingkungan yang bersih dan tertata akan menciptakan kenyamanan, sekaligus memberi atmosfer kerja yang mendukung bagi Bupati dan Wakil Bupati dalam menjalankan visi-misinya,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menyambut kedatangan resmi Bupati dan Wakil Bupati yang dijadwalkan akan mulai menempati Rujab pada 3 Maret 2025. Seluruh aspek, dari sanitasi hingga estetika lingkungan, terus dimonitor dan ditingkatkan secara menyeluruh.

Menurut sejumlah warga yang turut berpartisipasi, aksi ini menjadi refleksi semangat baru yang dibawa oleh pemerintahan Burhanuddin dan Ahmad Yani. Mereka melihat langsung bagaimana sinergi antara pemerintah dan masyarakat bisa berjalan harmonis—dimulai dari sesuatu yang sederhana namun fundamental: menjaga kebersihan lingkungan bersama.

“Kalau pemimpin dimulai dengan menata rumahnya sendiri, kami yakin daerah ini juga akan ditata dengan sungguh-sungguh,” ujar salah satu warga yang ikut dalam kegiatan gotong royong.

Kegiatan ini memang terlihat sederhana, namun memiliki makna simbolik yang kuat. Ia menjadi representasi dari filosofi memimpin dengan keteladanan—di mana perubahan tidak dimulai dari pidato, tapi dari tindakan nyata.

Semangat kolektif yang tercermin dalam aksi ini menjadi harapan baru bagi Bombana. Bahwa di tengah tantangan pembangunan, spirit gotong royong dan kepedulian lingkungan bisa menjadi fondasi kuat untuk menciptakan daerah yang bersih, tertib, dan berdaya saing.

Di masa depan, mungkin orang tidak akan lagi sekadar mengenang kapan Bupati baru dilantik. Mereka akan mengingat bagaimana langkah pertama yang diambil adalah membersihkan halaman, merapikan saluran, dan menghidupkan kembali semangat kebersamaan. Sebab dari sinilah semua dimulai—dari tanah yang bersih, dari hati yang tulus, dan dari tekad untuk melayani.