
Bombana ,HarapanSultra.COM | – Pemerintah Kabupaten Bombana menegaskan komitmennya dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui langkah-langkah strategis dan inovatif. Hal ini terlihat dari pelaksanaan rapat evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Ruang Rapat LPTQ pada Kamis, 7 Agustus 2025.
Rapat yang dipimpin Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, tersebut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda), para kepala perangkat daerah, serta perwakilan instansi pengelola PAD. Pertemuan ini menjadi forum penting untuk meninjau capaian PAD dari berbagai sektor, termasuk retribusi daerah, sekaligus merumuskan langkah perbaikan berbasis digitalisasi guna mendorong penerimaan yang lebih optimal.
Diskusi mengarah pada penguatan sinergi antarinstansi agar akurasi perencanaan dan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah dapat ditingkatkan. Digitalisasi dianggap sebagai kunci untuk memastikan setiap rupiah tercatat secara transparan dan akuntabel.
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Bombana, Doddy A Muchlisi, memaparkan perkembangan realisasi PAD hingga pertengahan 2025. Ia mengungkapkan masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan, seperti kepatuhan wajib retribusi yang belum maksimal, kebutuhan pemutakhiran data objek pajak, serta integrasi sistem pembayaran digital yang belum sepenuhnya berjalan. “Dukungan lintas perangkat daerah adalah faktor penentu agar target PAD bisa tercapai sesuai yang direncanakan,” ujarnya.
Dalam keterangan kepada awak media di ruang kerjanya, Senin, 11 Agustus 2025, Doddy menyampaikan bahwa evaluasi ini akan dilanjutkan dengan monitoring rutin dan rapat koordinasi teknis. “Kita ingin setiap perangkat daerah memiliki peta jalan yang jelas, sehingga target PAD bisa tercapai tanpa mengorbankan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, rapat tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis. Di antaranya percepatan integrasi data PAD ke dalam sistem digital daerah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola PAD, serta penguatan sosialisasi kepada masyarakat terkait kewajiban pajak dan retribusi.
Menurut Doddy, langkah-langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan PAD yang sehat dan berkelanjutan, sehingga mampu menopang pembiayaan program prioritas daerah. Program tersebut meliputi pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan pendidikan, dan penguatan sektor kesehatan. “Pemerintah Kabupaten Bombana optimistis bahwa kolaborasi dan inovasi menjadi kunci keberhasilan pengelolaan keuangan daerah di masa mendatang,” pungkasnya.
Dengan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, evaluasi PAD 2025 ini diharapkan menjadi titik awal pembenahan yang signifikan. Langkah ini bukan hanya soal peningkatan pendapatan, tetapi juga memastikan setiap rupiah kembali kepada masyarakat dalam bentuk layanan publik yang lebih baik, sehingga Bombana dapat melangkah menuju kemandirian fiskal yang transparan, efektif, dan berpihak pada kesejahteraan warganya.







