oleh

Kampanye Peduli Lingkungan Komunitas Motor Custom Sultra-Sulsel Touring di Wakatobi

HarapanSultra.COM | Wakatobi tahun ini mendapatkan kunjungan dari 42 komunitas motor Custom dan campuran yang berasal dari Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sulawesi Selatan (Sulsel). Selain melakukan touring, ada misi positif yang dibawa oleh hampir 200 peserta dari puluhan komunitas ini.

Wakatobi dipilih sebagai tuan rumah dalam perhelatan ini tentu punya alasan tersendiri. Selain dikenal memiliki objek wisata bahari dan pantainya yang memukau, kampanye peduli lingkungan juga merupakan salah satu alasan komunitas motor untuk melakukan deklarasinya di Kabupaten Maritim ini.

Sejak tanggal 25 Desember lalu, komunikas ini mendeklarasikan dirinya. ratusan pengendara motor custom classic dan campuran langsung berkendara beriringan ke beberapa spot wisata pantai. Memulainya dari Marina Togo Mowondu (Wangi-Wangi), mereka langsung menuju objek wisata yang terkenal di pulau ini. Diantaranya, Sombu Dive, Pantai Cemara, Pantai Sousu, Puncak Toliamba hingga Permandian Kontamale.

Misi tak biasa mereka bawa langsung direalisasikan. Para peserta memungut sampah plastik yang berserakan disekitar pantai Cemara. Seketika salah satu pantai terkenal di Wakatobi ini langsung bersih dan semakin enak dipandang.

Ketua Geng Custom Classik Wakatobi (CCW), Romeldin menuturkan, kehadiran kurang lebih 200 peserta di Wakatobi tentu memberi dampak positif. Selain aksi peduli lingkungan, komunitas motor beken ini juga melakukan kampanye Anti Aksesoris Kulit Penyu.

“Kami tidak hanya sebatas touring objek wisata yang terkenal di Wakatobi. Tapi, kami juga melakukan aksi bersih-bersih pantai. Adanya sampah plastik di bibir pantai tentu mengusik kenikmatan pengunjung maupun turis yang berpelesir di Wakatobi. Seperti yang kita ketahui pernah ada kasus ditemukan paus mati di Wakatobi dengan perut penuh sampah. Kami berharap itu tak terulang,” ujar pria yang akrab disapa Romel ini, Minggu (29/12).

Romel menambahkan sebanyak 30 ekor tukik dilepas menuju Laut Banda. Komunitas motor beken ini bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Balai Taman Nasional Wakatobi. Pelepasan bayi penyu ini digelar di pesisir Pantai Cemara, Kecamtan Wangi-Wangi.

Sementara itu, dari Komunitas JBI Bumianoa Kendari, Johan Riyadi mengatakan kehadirannya di Wakatobi yang juga perdana ini membawa kesan tersendiri baginya. Selain bisa menikmati objek wisatanya, ia bersama rekan-rekannya dari Bulukumba, Luwu Timur hingga Morowali merasa senang melalukan touring di Wakatobi.

“Apalagi ada aksi peduli lingkungan yang teman-teman bawa di sini. Selain menikmati keindahan alamnya, kami juga bisa melepas tukik serta memungut sampah di pantai. Ini keren dan kami harap agenda positif ini terus dilakukan. Bukan hanya di Wakatobi tapi juga di daerah-daerah lain,” tandasnya.

Kendati sebagian besar peserta touring sudah kembali ke tempatnya masing-masing, Johan Riyadi bersama teman-teman lainnya masih memilih betah di Wakatobi. Ia bahkan berniat menghabiskan tahun 2019 di Wakatobi. “Kami masih ada beberapa yang sampai sekarang masih di sini. Kami rencana menikmati malam pergantian tahun di Wakatobi,” tukas pria yang akrab disapa Colenk ini.

Untuk diketahui, aksi komunitas motor custom dan campuran ini mendapat respon positif dari Pemkab Wakatobi melalui Dinas Pariwisata. Kehadiran peserta dari sejumlah kabupaten kota di Sultra-Sulses ini memberi efek positif. Sementara itu, peserta dari Sultra terdiri dari Kendari, Kolaka, Muna, Muna Barat, Buton Tengah, Buton Utara, Baubau hingga Wakatobi. Sementara dari Sulsel yakni Bulukumba, Luwu Timur dan Morowali. (adm)

Laporan : Samidin

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA