Baubau, HarapanSultra.COM | Tindakan represif terhadap kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Baubau yang diduga kuat dilakukan oleh oknum satuan polisi pamong praja (Satpol pp) Kota Baubau mendapat banyak kritikan dari berbagai kader dan alumni HMI. Salah satunya mantan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP) Unidayan Baubau periode 2013-2014.

Wawan Iswanto, menyebut tindakan represif yang dilakukan oknum satpol pp terhadap kader HMI saat memeriahkan HUT RI dengan ikut baris berbaris di Baubau beberapa hari lalu sangat tidak bisa ditolerir lagi. Pasalnya, tindakan seperti itu wujud dari kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai demokrasi.

“Oleh karena itu, melihat video pemukulan yang di unggah di grup HMI cabang Baubau, saya mengutuk keras tindakan aparat Satpol pp tersebut”, Ucap Iswanto saat dihubungi media ini via seluler Sabtu (17-08-2019).

Menurut mantan Ketua Bidang HAM dan Lingkungan hidup HMI Baubau periode 2017-2018 tersebut, tindakan pemukulan terhadap kader HMI bukan kali pertama dilakukan sehingga dirinya meminta kepada pengurus HMI cabang Baubau agar serius menempuh jalur hukum, serta mendesak pemerintah kota Baubau untuk segera mencopot oknum pol pp yang melakukan tindakan tidak senonoh itu.

“Kejadian seperti ini sering terjadi terhadap adik-adik di HMI, namun dibiarkan begitu saja, kali ini jangan lagi, saya meminta kepada ketua umum HMI cabang Baubau agar serius menanggapi persoalan ini, dalam artian harus diproses secara hukum. Tidak hanya itu, pemerintah kota Baubau juga harus ikut bertanggung jawab dalam persoalan ini, copot oknum-oknum pol pp yang melakukan tindakan represif, serta kasat pol pp kota Baubau dan juga kepala bidang yang menangani persoalan pengamanan di lapangan yang tidak becus itu”, lanjutnya.

Sebelumnya, diketahui Himpunan Mahasiswa Islam pada kamis, 15 Agustus lalu turut mengikuti lomba gerak jalan menyambut HUT RI yang diselenggaran pemkot Baubau. Meski awalnya sempat berjalan kondusif, setelah HMI memberikan selembar surat kepada Wakil wali kota Baubau terkait sejumlah persoalan yang harus diatasi pemkot, naasnya enam kader HMI harus mendapatkan perlakuan kasar dari oknum pol PP hingga kericuhan tak bisa dihindarkan.

Kericuhan baru bisa diredam setelah Wakil Walikota Baubau Ahmad Monianse bersama aparat kepolisian turun langsung melerai dua kubu yang bentrok tersebut.

Merasa tidak terima dengan aksi senonoh tersebut pengurus HMI Cabang Baubau akan melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Laporan : Muh. Alwi