
Kegiatan senam olahraga, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Lasiwa.
Harapansultra.com, Buton Utara – Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Lasiwa, Ansar, S.Pd., memberikan klarifikasi terkait pemberitaan di media online ini yang menyebutkan adanya kegiatan olahraga senam yang dianggap tidak sesuai kurikulum, pada Sabtu (13/12/2025).
Secara tegas, pihak sekolah menyatakan bahwa kegiatan tersebut justru merupakan bagian dari kurikulum merdeka.
Menurut Ansar, Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan bagi satuan pendidikan untuk berinovasi dalam membentuk karakter siswa melalui kegiatan non-formal yang menyenangkan agar anak-anak sehat jiwa dan sehat pikiran.
Sesuai dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Dalam penjelasannya, pihak sekolah menekankan beberapa poin penting sebagai bentuk hak jawab atas tuduhan yang beredar: Senam yang dilaksanakan merupakan bentuk implementasi tema “Bangunlah Jiwa dan Raganya”.

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap gotong royong, keceriaan, dan kesehatan mental siswa agar tidak jenuh dengan rutinitas kelas yang kaku.
Mendatangkan instruktur dari luar (Kendari) justru bertujuan untuk memberikan pengalaman baru bagi siswa agar mereka mengenal variasi gerak seni dan olahraga senam yang lebih modern namun tetap edukatif.
Terkait tudingan keterlibatan keluarga, Ansar menjelaskan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk dukungan moral dan partisipasi yang juga digalakkan dalam ekosistem Kurikulum Merdeka guna mempererat silaturahmi antara warga sekolah dan keluarga pendidik.
Respons terhadap kekhawatiran warga menanggapi keluhan warga mengenai cuaca mendung dan jam pelajaran, pihak sekolah menjelaskan bahwa kegiatan tersebut telah diperhitungkan durasinya agar tidak mengganggu jam belajar efektif secara keseluruhan.
“Kurikulum Merdeka menuntut sekolah untuk tidak hanya terpaku pada teks di dalam buku, tapi juga aktivitas fisik yang mendukung mental siswa. Kami justru ingin siswa lebih bersemangat dan tidak merasa tertekan dalam proses belajar,” ungkapnya.
Pihak SDN 1 Lasiwa juga menyatakan terbuka untuk berdialog dengan orang tua murid dan warga Desa Lasiwa agar tidak terjadi misinformasi di masa mendatang.
Pihak sekolah berharap masyarakat dapat mendukung inovasi pendidikan demi kemajuan anak didik di Kabupaten Buton Utara.
“Ayo berikan masukan positif ke kami, jika ada yang keliruh. Bukan menghakimi kami dengan postingan negatif,” pungkas Ansar.







