Pemerintah Kabupaten Bombana kembali memperkuat komitmennya dalam menjalankan tata kelola pemerintahan yang transparan melalui pelaksanaan Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Laporan Realisasi Fisik dan Keuangan Semester I Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (9/7/2025) di Ruang Rapat Measa Laro Kantor Bupati Bombana dan dihadiri seluruh kepala perangkat daerah.

Rapat tersebut dipimpin oleh Penjabat Sekda Kabupaten Bombana, Ir. Syahrun, ST., M.P.W.K, yang menegaskan bahwa monev merupakan alat kontrol penting dalam memastikan seluruh program pembangunan memberikan dampak nyata. Ia mengapresiasi keterlibatan aktif semua OPD dalam menyusun laporan capaian.

“Evaluasi ini penting sebagai bentuk kontrol bersama agar program yang kita jalankan benar-benar memberikan manfaat nyata. Setiap rupiah harus tepat sasaran,” ujar Syahrun.

Forum strategis ini memungkinkan setiap OPD memaparkan realisasi kinerja selama enam bulan pertama, termasuk capaian fisik, serapan anggaran, dan hambatan pelaksanaan. Melalui pemaparan tersebut, gambaran umum terkait efektivitas program dapat terlihat dengan jelas.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Bombana, Doddy A Muchlisi, menjelaskan bahwa hasil pemaparan menunjukkan progres yang bervariasi antarperangkat daerah. Sebagian OPD mencatat realisasi di atas 50 persen, sementara lainnya masih harus melakukan percepatan.

“Faktor seperti keterlambatan proses lelang, kendala teknis, dan perubahan regulasi memang berpengaruh terhadap capaian OPD tertentu. Namun melalui evaluasi ini kita bisa menyusun langkah perbaikan,” kata Doddy.

BKD sebagai pengelola keuangan daerah menekankan pentingnya menjaga disiplin pelaksanaan anggaran agar target serapan dapat dicapai sesuai rencana. Transparansi serapan anggaran juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Dalam arahannya, Pj. Sekda meminta seluruh OPD bergerak cepat pada triwulan III dan IV agar pelaksanaan program tidak menumpuk di akhir tahun anggaran.

“Setiap OPD harus memiliki sense of urgency agar capaian pembangunan tidak tertunda. Koordinasi lintas sektor harus semakin diperkuat,” tegasnya.

Lebih dari sekadar forum evaluasi, rapat monev ini menjadi pijakan penting dalam menentukan kebijakan pembangunan ke depan. Hasil evaluasi akan menjadi dasar perumusan strategi penganggaran, termasuk penyesuaian alokasi bila diperlukan, sehingga pembangunan tetap berjalan efisien dan efektif.

Pemerintah Kabupaten Bombana berharap dengan pelaksanaan monev ini kualitas perencanaan, transparansi, dan pengendalian program dapat meningkat dari waktu ke waktu. Seluruh perangkat daerah didorong untuk mempertahankan komitmen dalam menjalankan program kerja yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Rapat monev semester pertama ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Bombana terus berupaya menghadirkan tata kelola pembangunan yang responsif, terukur, dan membawa perubahan positif bagi daerah.