
Harapansultra.com, Buton Utara – Wakil Bupati Buton Utara (Butur) Rahman, S.K.M., M.Kes., menyaksikan langsung panen perdana budidaya udang vannamei yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jaya Mandiri, Desa Wowonga Jaya, Kecamatan Kulisusu Utara. Panen ini menjadi bukti nyata keberhasilan program ketahanan pangan desa berbasis pemberdayaan masyarakat, Jumat, 16 Januari 2026.
Panen perdana tersebut berlangsung di lokasi tambak budidaya udang dan dihadiri Kepala Dinas Perikanan Buton Utara Sahrun Akri, SP., M.Si., Kepala BPBD Butur Made Alwi, SH., serta pemerintah desa dan masyarakat setempat. Dari enam kolam berdiameter lima meter, masyarakat berhasil memanen sekitar 700 kilogram udang vannamei setelah masa budidaya selama 75 hari.
Wakil Bupati Butur Rahman mengapresiasi capaian tersebut dan menilai budidaya udang vannamei sebagai terobosan strategis desa dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Ini adalah hasil karya masyarakat desa yang patut kita banggakan. Anggarannya bersumber dari penyertaan modal melalui program ketahanan pangan desa dan kini sudah memberi hasil nyata,” kata Rahman.

Menurutnya, selain sektor pertanian dan perikanan tangkap, budidaya udang memiliki potensi besar untuk membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan desa, serta mendorong kemandirian ekonomi warga.
“Panen perdana ini menunjukkan pembangunan desa berjalan ke arah yang benar. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat, terutama dari sisi ekonomi dan ketahanan pangan,” ujarnya.
Rahman juga mendorong agar budidaya udang vannamei di Desa Wowonga Jaya terus dikembangkan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Pengembangan usaha harus seimbang dengan menjaga lingkungan. Kalau ini dijaga dengan baik, budidaya udang bisa menjadi sumber kesejahteraan jangka panjang bagi desa,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Buton Utara Sahrun Akri menyebut panen perdana ini juga bertujuan untuk mengurangi kepadatan udang di dalam kolam agar pertumbuhannya lebih optimal pada panen berikutnya.
“Panen awal ini dilakukan untuk menekan kepadatan, sehingga udang yang tersisa dapat tumbuh lebih cepat dan hasil panen selanjutnya lebih maksimal,” katanya.
Keberhasilan panen perdana udang vannamei ini diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Buton Utara dalam memanfaatkan potensi lokal melalui program ketahanan pangan desa yang produktif dan berkelanjutan.
Pewarta: Eghy Labuan







