oleh

Rapid Test di Wakatobi Minim Stok, Pelaku Perjalanan Dibuat Kelimpungan

Wakatobi, Harapansultra.com | Pelaku perjalanan keluar Wakatobi dengan menggunakan jalur udara dibuat bingung dengan pengurusan hasil rapid test. Pasalnya, rapid test yang biasanya didapatkan dari gugus tugas belum disediakan oleh gugus tugas untuk pelaku perjalanan.

Salah seorang pelaku perjalanan mengaku kelimpungan dengan tidak tersedianya rapid test di gugus tugas tersebut. Alhasil dirinya yang ingin keluar daerah untuk urusan pendidikannya harus ke klinik yang menyediakan rapid test.

“Setahu kami masih di gugus tugas untuk mengurus rapid test ternyata disana tidak lagi disediakan,” ungkap Wa Ode Mutmainah(19), Kamis (27/8/2020).

Selain itu, harga yang telah disediakan oleh klinik untuk rapid test menurutnya cukup terbilang mahal, harga dibandrol di klinik mencapai ratusan ribu rupiah.

“Harganya sampai 250 ribu rupiah, belum lagi nanti harga tiket pesawat,” sesalnya.

Terkait hal itu, juru bicara gugus tugas Muliaddin mengatakan, sementara ini jumlah rapid test tersedia masih terbatas, untuk itu buat pelaku perjalanan diharapkan melakukan test di klinik yang telah tersedia.

“Stok rapid test nihil sehingga untuk saat ini hanya digunakan untuk mendiagnostik, mentressing pelaku perjalanan yang memiliki riwayat kontak dengan yang positif,” ucapnya.

Rapid test sementara dipesan masih dalam proses pengiriman. ia menambahkan, ada sekitar 2.000 (dua ribu) jumlah rapit test yang masih dalam perjalanan.

“Kalau itu sudah sampai, masyarakat bisa kembali menggunakan rapit gratis di gugus tugas. Itu merupakan komitmen pemda Wakatobi,” cetusnya.

Jumlah rapid test yang menipis kata Muliaddin, diakibatkan pelaku perjalanan dari dan keluar Wakatobi yang meningkat drastis sejak awal lebaran idul adha. Baru baru ini terdapat lebih dari 10.000 (sepuluh ribu) pelaku perjalanan.

“Pelaku perjalanan kita cukup meningkat drastis sehingga stok yang tersedia cepat habis alternatifnya di klinik yang sudah menyediakan rapid test, misalnya di klinik Renato,” ucapnya.

Dihubungi terpisah terkait harga rapid test yang terbilang mahal, pemilik klinik Renato, Hija Musali mengatakan, mahalnya harga rapid tes tersebut dikarenakan harga dari sumbernya memang sudah mahal.

“Barang itukan kami beli, kalau seandainya kami ditunjuk oleh pemerintah maka kami akan sesuaikan dengan kebijakan pemerintah. Yang ada saat ini adalah kami mandiri artinya kami belanja sendiri,”tuturnya.

Laporan : Samidin

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA