
Bombana, HarapanSultra.COM | – Ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. Untuk mewujudkan hal tersebut, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bombana terus berkomitmen mendukung penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar mampu mengoptimalkan potensi lokal dan menciptakan ekonomi desa yang mandiri.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Dinas PMD Bombana menghadiri Musyawarah Desa (Musdes) Tapuahi yang digelar di Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam merevitalisasi BUMDes Tapuahi serta merancang kebijakan yang mendukung program ketahanan pangan desa.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Koordinator Pendamping Desa Kabupaten Bombana, Amsir SS, aparat Desa Tapuahi, pegawai kecamatan, pengurus BUMDes Tapuahi, serta Dewan Perwakilan Desa. Kehadiran para pemimpin desa dan perwakilan pemerintah daerah mencerminkan sinergi kuat dalam membangun perekonomian desa yang lebih tangguh dan berdaya saing.
BUMDes sebagai Pilar Ketahanan Pangan Desa
Dalam musyawarah ini, dibahas berbagai strategi agar BUMDes dapat berperan lebih aktif dalam mendukung ketahanan pangan. Sebagai lembaga usaha desa, BUMDes memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan sumber daya lokal, termasuk di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

Dengan pengelolaan yang tepat, BUMDes diharapkan menjadi penyedia bahan baku pangan utama, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Koordinator Pendamping Desa Kabupaten Bombana, Amsir SS, menyampaikan bahwa desa memiliki peran penting dalam mendukung program nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia.
“Desa dapat menjadi lokomotif dalam program ini dengan memanfaatkan potensi lokal melalui BUMDes. Dengan pengelolaan yang baik, desa dapat menyuplai bahan pangan sehat dan bergizi untuk mendukung program makan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak dan kelompok rentan,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, BUMDes Tapuahi akan difokuskan untuk meningkatkan produksi dan distribusi bahan pangan, memperluas akses pasar, serta memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak. Langkah ini selaras dengan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
Dukungan Penuh Dinas PMD untuk Revitalisasi BUMDes
Kepala Dinas PMD Bombana, M. Hadi Rahardjo Putra, menegaskan bahwa revitalisasi BUMDes harus dilakukan secara serius agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.
“Kami berharap BUMDes Tapuahi dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan ekonomi berbasis potensi lokal. Pemerintah daerah siap memberikan pendampingan serta dukungan agar BUMDes dapat tumbuh dan berkontribusi dalam ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan program ini bukan hanya sekadar wacana, tetapi harus diterapkan melalui langkah-langkah nyata yang melibatkan seluruh elemen desa.
“Kunci keberhasilan BUMDes terletak pada sinergi antara pemerintah desa, pengelola, dan masyarakat. Jika semua elemen bekerja sama dengan baik, maka BUMDes bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan,” tambahnya.
Langkah Konkret untuk Mewujudkan Ekonomi Desa yang Mandiri
Musyawarah ini menghasilkan berbagai kesepakatan strategis, di antaranya:
• Penguatan permodalan BUMDes untuk memastikan keberlanjutan usaha
• Peningkatan kapasitas pengelola BUMDes agar lebih profesional dalam menjalankan usaha
• Sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mendukung keberlanjutan usaha desa
• Pengembangan jaringan pasar dan kemitraan untuk memperluas pemasaran produk BUMDes
Dengan langkah-langkah konkret ini, diharapkan BUMDes Tapuahi mampu berkontribusi lebih besar dalam menciptakan ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Dinas PMD Bombana terus berkomitmen mendukung setiap desa dalam mewujudkan perekonomian yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Dengan adanya sinergi antara pemerintah, BUMDes, dan masyarakat, desa-desa di Kabupaten Bombana diharapkan dapat semakin mandiri dalam sektor ekonomi serta menjadi bagian penting dalam keberhasilan program ketahanan pangan nasional.







