
Wakatobi, Harapan Sultra.COM | Pantai Onemelangka Kelurahan Sowa Kecamatan Togo Binongko dipadati ‘lautan’ manusia yang hadir menyaksikan lomba tradisional hekambangka-bangka dan hengkawou-wou.
Lomba ini merupakan rangkaian festival kepulauan tukang besi II dan silaturahmi masyarakat Binongko (Silamabi IV) yang diselenggarakan Pemda setempat. Sabtu(23/6/2018).
Hekabangka-hebangka merupakan lomba perahu replika tradisional yang berbentuk mini dan unik dipandu oleh masing-masing nahkoda yang mengantar perahu tersebut dibibir pantai dengan jarak 50 meter dan bagi perahu tercepat yang dinyatakan juara.
Lomba ini diikuti peserta sebanyak 38 dari beberapa Desa dan Kelurahan di dua Kecamatan Togo Binongko dan Binongko bahkan diantaranya perahu replika milik kepulauan Riau (Kepri) serta kabupaten Lembata menjadi peserta lomba.
Sementara Lomba Hekawou-wou oleh masyarakat setempat menyebutnya lomba memancing tradisional dengan menggunakan alat terbuat dari bambu panjang 3 meter dilengkapi mata kail serta wadah tempat ikan dari anyaman bambu, peserta pun tak kalah banyak dari lomba Hekabangka-hebangka.

Kedua lomba tersebut menjadi daya tarik tersendiri terutama bagi masyarakat Binongko perantauan.
Alhasil tiba-tiba pantai terpanjang di pulau Binongko terletak di Desa Sowa oleh bahasa masyarakat setempat menyebutnya Onemelangka di padati ribuan masyarakat.
Apalagi dari 3 kelompok lomba Hekabangka-bangka dan puluhan peserta lomba Hekawou-wou masing-masing ikut berlomba untuk memenangkan lomba tersebut.
La Ode Aswari salah satu peserta lomba Hekabangka-bangka sangat bangga apalagi secara khusus dirinya tak sendiri melepaskan perahu replika miliknya untuk ikut lomba itu. Yang langsung dilepas bersama unsur Muspida Kabupaten Wakatobi.
“Kami sangat senang mengikuti lomba ini apalagi ini warisan leluhur kami yang dahulunya memiliki melakukan perjalanan membelah lautan dengan perahu model ini”, Sebutnya.
Senada dengan Aliha.Mantan juara 3 lomba Hekawou-wou pada Festival kepulauan tukang besi I nampaknya antusias meski sesuai penjelasannya lomba pertama ia tidak diberi hadiah.
“Kami lebih rasa bangga bukan karena hadiah”, Tutupnya. (P)







