Bombana, Harapansultra.com – Kobaran api melanda kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) di Desa Rarongkeu, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, Minggu (27/9/2026). Tim gabungan dari Manggala Agni, TNI, Polri dan BPBD langsung bergerak ke lokasi untuk memadamkan api yang diperkirakan membakar sekitar tiga hektare kawasan hutan.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 12.58 Wita. Kondisi cuaca panas dan tiupan angin membuat api cepat menjalar di kawasan yang vegetasinya relatif kering. Situasi tersebut membuat proses pemadaman tidak mudah, terlebih akses menuju beberapa titik api terkendala kondisi jalan yang rusak.

Tim Manggala Agni tiba di lokasi dengan kekuatan 20 personel beserta kendaraan pemadam dan peralatan pendukung. Petugas langsung menyisir kawasan yang terbakar dan berupaya memutus pergerakan api agar tidak meluas ke bagian hutan lainnya.

Upaya pemadaman kemudian diperkuat personel Kodim 1431/Bombana dan Polres Bombana. Sekitar pukul 13.32 Wita, lima personel BPBD Kabupaten Bombana juga tiba di lokasi dan langsung bergabung dalam penanganan. Total 29 personel terlibat dalam pemadaman, terdiri dari 20 personel Manggala Agni, lima BPBD, tiga personel Kodim 1431/Bombana dan satu personel Polres Bombana.

Dengan dukungan satu unit kendaraan slip-on, satu kendaraan pemadam BPBD dan tiga unit motor trail, petugas terus bergerak mendekati titik-titik api. Tiupan angin menjadi tantangan tersendiri karena dapat membuat bara kembali menyala. Namun, sinergi antarpetugas membuat proses pemadaman terus berjalan hingga api mulai berhasil dikendalikan.

Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.05 Wita. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian personel dalam kejadian tersebut. Sementara itu, luas kawasan yang terbakar diperkirakan mencapai tiga hektare.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan dan diperparah kondisi cuaca panas yang dikaitkan dengan fenomena El Niño. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa menjaga TNRAW membutuhkan kepedulian bersama. Di tengah kondisi hutan yang kering, satu tindakan ceroboh dapat memicu api yang mengancam kawasan hutan dan lingkungan di sekitarnya.