Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Bombana terus mengintensifkan berbagai strategi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi memperkuat fondasi fiskal dan mendukung kemandirian pembangunan. Sebagai lembaga yang mengelola keuangan daerah, BKD memandang PAD sebagai pilar utama yang menentukan arah kebijakan pembangunan jangka panjang.

Kepala BKD Bombana, Doddy A Muchlisi, menegaskan pentingnya memperkuat PAD agar daerah dapat mandiri secara finansial tanpa bergantung sepenuhnya pada pemerintah pusat.

“Optimalisasi PAD harus dilakukan melalui sistem yang tertib, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan ekonomi daerah,” ungkapnya.

BKD Bombana mengawali upaya penguatan PAD melalui inventarisasi menyeluruh terhadap seluruh sumber pendapatan, mulai dari pajak daerah, retribusi, hasil BUMD, hingga pengelolaan kekayaan daerah. Pendataan terstruktur menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran sekaligus sebagai cara untuk mengetahui potensi pendapatan yang belum tergarap.

Selain pendataan, BKD juga menempatkan digitalisasi sebagai pilar utama modernisasi pelayanan perpajakan. Transformasi digital ini dianggap mampu mengurangi potensi kebocoran, mempercepat proses administrasi, serta memberikan kemudahan bagi wajib pajak dalam melakukan pembayaran. Dengan sistem pembayaran elektronik, seluruh transaksi tercatat otomatis dan dapat dipantau secara langsung oleh pemerintah daerah, sehingga meningkatkan akuntabilitas.

Doddy menyebut bahwa peningkatan kesadaran wajib pajak juga tidak kalah penting.

“Melalui sosialisasi di berbagai sektor, termasuk pelaku usaha dan masyarakat umum, pemerintah berharap tingkat kepatuhan pajak bisa terus meningkat,” paparnya.

Pemerintah daerah melalui BKD juga memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai contributor penting terhadap PAD. Evaluasi rutin dilakukan untuk memastikan BUMD berjalan efektif dan mampu menghasilkan laba yang signifikan bagi pendapatan daerah. Dengan manajemen profesional dan pengembangan unit usaha baru, BUMD diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Sinergi antar pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam keberhasilan peningkatan PAD. BKD menegaskan bahwa optimalisasi pendapatan tidak bisa dilakukan secara parsial. Perangkat daerah terkait, DPRD, sektor usaha, hingga masyarakat harus terlibat dalam mendorong penguatan PAD. Kolaborasi ini memungkinkan pengawasan lebih efektif serta penyelesaian kendala di lapangan secara cepat.

Di tengah perubahan ekonomi nasional, BKD Bombana terus memacu inovasi dalam pengelolaan pendapatan daerah, mulai dari perbaikan basis data, sistem digital yang semakin kuat, hingga peningkatan kapasitas SDM. Langkah-langkah tersebut diyakini mampu memperluas basis pendapatan serta meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah.

Dengan strategi yang tepat, dukungan teknologi, dan sinergi berbagai pihak, BKD Bombana optimistis optimalisasi PAD dapat dicapai secara berkelanjutan. Doddy menegaskan bahwa lembaganya siap melangkah dengan visi yang lebih maju.

“Kami berharap strategi ini dapat menciptakan pertumbuhan daerah yang lebih stabil, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.