
Bombana, Harapansultra.com – Pemandangan penuh keberanian dan semangat gotong royong tersaji di atas Sungai Poleang, Jumat pagi (24/7/2026). Personel Koramil 1431-03/Poleang Kodim 1431/Bombana bersama masyarakat bergelantungan di ketinggian untuk melanjutkan pemasangan hanger Jembatan Gantung Garuda Merah Putih yang menghubungkan Dusun Lemboea I, Desa Rompu-Rompu, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.
Pekerjaan yang penuh risiko tersebut dilakukan dengan semangat kebersamaan. Tanpa mengenal lelah, prajurit TNI dan warga saling bahu-membahu menyelesaikan setiap tahapan pembangunan, menunjukkan bahwa kerja sama dan gotong royong menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan impian masyarakat akan akses penyeberangan yang aman dan layak.

Pemasangan hanger merupakan salah satu tahapan penting dalam pembangunan jembatan gantung. Komponen ini berfungsi sebagai penyangga utama yang menghubungkan kabel induk dengan lantai jembatan, sehingga proses pengerjaannya membutuhkan ketelitian, kekompakan, dan keberanian dari para pekerja yang harus beraktivitas di atas bentangan sungai.
“Pembangunan jembatan ini bukan sekadar membangun sarana penghubung, tetapi juga membangun harapan masyarakat. Selama proses pengerjaan, semangat kebersamaan antara TNI dan warga menjadi modal utama agar pekerjaan dapat selesai dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Sertu Sholikin salah seorang personel Koramil 1431-03/Poleang di sela kegiatan.

Jembatan Gantung Garuda Merah Putih diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mempermudah akses anak-anak menuju sekolah, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi warga di wilayah Kecamatan Poleang Utara.
Pembangunan ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga ikut menghadirkan solusi melalui pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat sebagai wujud nyata kehadiran negara hingga ke pelosok desa.








Tinggalkan Balasan