Rumbia, HarapanSultra.COM | Digelontorkannya dana sebesar 1,5 Miliar rupiah guna memenuhi janji politik H. Bupati Bombana H.Tafdil, SE.MM dan Pasangannya Johan Salim SP untuk meningkatkan sumber daya manusia Putera dan Puteri Bombana dalam program yang dinami Gembira Cerdas.

Program tersebut meliputi Program Bidik Misi Gembira ditujukan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan yang diharapkan bisa lulus tepat waktu serta Program Beasiswa Gembira menargetkan mahasiswa tidak mampu dan berprestasi yang sedang menempuh pendidikan atau dalam proses penyelesaian studi pada perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Untuk mensukseskan program tersebut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DIKBUD) Kabupaten Bombana telah melayangkan Surat Edaran yang dutujukan kepada seluruh Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta yang ada diseluruh Indonesia agar bekerja sama melakukan pendataan terhadap mahasiswa masing-masing yang berasal dari Kab. Bombana untuk mendapatkan rekomendasi sebagai calon penerima Beasiswa dimaksud.

Namun dalam proses tersebut rupaya Salah satu perguruan tinggi terbesar di Sulawesi Tenggara yaitu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari tidak menerima surat edaran dimaksud sehingga belum melakukan upaya pendataan apalagi mengeluarkan rekomendasi yang dutuhkan oleh Mahasiswa Asal bombana tersebut.

“Kami belum melakukan pendataan bagi mahasiswa yang berasal dari kabupaten bombana, karena belum pernah ada permohonan kerja sama dalam bentuk apapun yang kami terima dari pemerintah daerah kabupaten bombana” tegas Lili Humas IAIN Kendari

Saat dikonfirmasi awak Media HarapanSultra.COM diruang kerjanya pada Rabu (04/07/2018). Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Bombana, Abdul Rauf Abidin, S.Pd membenarkan bahwa pihaknya telah lalai sehingga IAIN Kendari luput dari daftar perguruan tinggi yang telah dikirimkan surat edaran dimaksud.

“Setelah kita cek berita acara pengiriman, memang benar IAIN Kendari tidak terdaftar sebagai penerima Surat edaran yang dikirim melalui via pos,” sesal Rauf, kepala dinas pendidikan Kab. Bombana.

Pada kesempatan itu, Abdul Rauf menyatakan tidak ada unsur kesengajaan hingga surat tersebut tidak diterima pihak IAIN Kendari sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian pihaknya.

“Ini merupakan kalalaian kami, tidak ada niat untuk mengesampingkan IAIN dan Mahasiswanya, kami meminta maaf yang sebesar-besarnya,”  Tutur Rauf.

Rauf menambahkan bahwa Khusus mahasiswa asal Bombana yang mengenyam kuliah di IAIN Kendari bakal di berikan kesempatan untuk berhubungan langsung dengan pemda, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Untuk Mahasiswa IAIN Kendari kami akan bijaki untuk segera berhubungan langsung dengan panitia penerimaan berkas, karena kelalaian ini datangnya dari pihak kami” Tutup Abdul Rauf

(HS003/Albrian)