
Bombana, Harapansultra.com – Harapan masyarakat terhadap hadirnya akses penghubung yang lebih mudah terus diwujudkan melalui semangat gotong royong. Babinsa Koramil 1431-03/Poleang Kodim 1431/Bombana bersama warga Dusun Tangkawiro dan Dusun Lakoa kembali turun tangan melanjutkan pembangunan Jembatan Merah Putih. Rabu (16/9/2026).
Personel dari Kodim 1431/Bombana bersama sekitar 40 warga bahu membahu melaksanakan pengecoran dudukan tiang pylon tepi jembatan. Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari tahapan pembangunan jembatan yang menghubungkan Dusun Lakoa, Desa Babamolingku, Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana, dengan Desa Anawua, Kecamatan Toari, Kabupaten Kolaka.
Kepala Dusun Tangkawiro, Sudirman, mengatakan masyarakat menyambut baik pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, keberadaan jembatan sangat dinantikan karena akan memudahkan aktivitas warga yang selama ini membutuhkan akses penghubung antarkedua wilayah.
“Kami berharap pembangunan jembatan ini dapat berjalan lancar sampai selesai dan nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami juga mengajak warga untuk terus menjaga semangat gotong royong agar pembangunan ini bisa kita dukung bersama,” ujar Sudirman.
Sementara itu, Babinsa Koramil 1431-03/Poleang, Sertu Usman Siang, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pembangunan. Menurutnya, gotong royong bukan hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga mempererat kebersamaan antara TNI dan masyarakat.

“Kami berharap pembangunan jembatan ini terus berjalan dengan lancar sehingga nantinya dapat digunakan masyarakat untuk memperlancar aktivitas sehari-hari. Sebagai Babinsa, kami akan terus hadir bersama masyarakat dan membantu sesuai kemampuan yang kami miliki,” Ujar Sertu Usman Siang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dusun Tangkawiro Sudirman, Kepala Dusun Lakoa Hasan, anggota BPD Marwan, serta sekitar 40 masyarakat. Mereka bersama-sama bekerja, mulai dari menyiapkan material hingga proses pengecoran dudukan tiang pylon.
Bagi masyarakat, Jembatan Merah Putih bukan sekadar bangunan fisik. Jembatan ini diharapkan menjadi urat nadi yang memperlancar mobilitas warga, aktivitas ekonomi, akses pendidikan, serta hubungan sosial masyarakat antara Bombana dan Kolaka.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan Babinsa dan masyarakat menjadi gambaran nyata kebersamaan dalam membangun wilayah. Dari pekerjaan yang dilakukan bersama, tumbuh harapan bahwa Jembatan Merah Putih segera terwujud dan menjadi akses penting yang membawa manfaat bagi masyarakat di kedua wilayah.








Tinggalkan Balasan