
Bombana, Harapansultra.com – TNI, Polri, BPBD, Damkar dan Manggala Agni bersinergi melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (BTNRAW), wilayah Desa Watu-watu, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Rabu (2/9/2026).
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.40 Wita dan terpantau pada dua titik di kawasan BTNRAW, masing-masing Blok Hukaea dan Blok Laea. Lokasi kebakaran berada pada titik koordinat sekitar 4°32’49,6383″ LS dan 122°2’16,25514″ BT. Tim gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas ke area lainnya.
Dalam penanganan tersebut, Manggala Agni menurunkan 25 personel, Kodim 1431/Bombana sebanyak 16 personel, serta Polres Bombana sebanyak 7 personel. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bombana melalui BPBD mengerahkan 5 personel dan Dinas Pemadam Kebakaran sebanyak 6 personel.
Untuk mendukung proses pemadaman, tim gabungan menggunakan sejumlah kendaraan pemadam, yakni satu unit mobil slip-on, satu unit kendaraan Triton dan dua unit mobil pemadam kebakaran. Seluruh personel bekerja bersama melakukan pemadaman, pendinginan serta pengawasan di sekitar lokasi guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Kebakaran diduga dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya gesekan alang-alang yang kering maupun kemungkinan puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh masyarakat. Kondisi cuaca panas dan kering yang dipengaruhi fenomena El Nino turut memperbesar potensi api cepat menyebar di kawasan yang didominasi vegetasi mudah terbakar.

Sinergi lintas instansi tersebut menjadi langkah penting dalam mempercepat penanganan Karhutla sekaligus melindungi kawasan konservasi BTNRAW. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta tidak membuang puntung rokok di kawasan hutan dan lahan kering, karena percikan api sekecil apa pun dapat memicu kebakaran dan menimbulkan kerugian lingkungan maupun material.








Tinggalkan Balasan