oleh

15 Pendamping Desa di Ganjar Penghargaan Dari Pemprov

-Harapan-11.726views

Kendari, Harapan Sultra. Com-Sebanyak 15 Pendamping Profesional dari lima belas kabupaten Kota se provinsi Sulawesi tenggara mendapatkan Penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.Pemberian penghargaan kepada Pendamping yang terpilih dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan rapat Evaluasi Program pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Provinsi Sulawesi Tenggara hari ini, Selasa, 17 Desember 2019 di Hotel Claro kendari. Penyerahan Piagam penghargaan diserahkan oleh Pj.Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara,Drs.Laode Ahmad Pidana Bolombo,M,Si didampingi oleh Kepala Dinas PMD Provinsi dan Koordinator Pendamping Wilayah III Provinsi Sulawesi Tenggara.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas PMD Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs.Tasman Taewa, M,Si saat diwawancarai oleh Media Harapan Sultra disela sela pelaksanaan acara.
Menurut Tasman, semua Pendamping Profesional yang terpilih mendapatkan Penghargaan adalah pendamping yang terbaik dari masing masing Kabupaten yang merupakan hasil seleksi dari Dinas PMD Kabupaten bersama Tim Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM)

“Pendamping yang mendapat penghargaan dari pemerintah Provinsi Sulawesi tenggara diberikan atas pelaksanaan tugas yang menununjukan kinerja baik. Mereka adalah Abdul Jud,S,Si ( PLD Kecamatan Wolo), Juhra ( PLD Kecamatan Aere), Lanafidal ( Pld Kecamatan Katoi Kab.Kolaka Utara), Junita, S,Sos ( PLD Kec.Wonggeduku Barata Kabupaten Konawe), Sariudin (Pld Kec.Motui kabupaten Konawe Utara), Yusdianto,S.Hi (Pld Kec.Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan, Nurdiana ( Pld Kec.Wawonii Barat kabupaten Konawe Kepulauan),Turini,SH. (Pld Kec.Lantari jaya kabupaten Bombana), Halim (Pld Kec.Kabangka Kabupaten Muna), La ode Abd.Rahman Baido, S,Pd (Pld Kecamatan Maginti kabupaten Muna Barat), Hasiadi (Pld Kec.Bonegunu Kabupaten Buton Utara, Kawaluddin,S.Kom ( Pld Kec.Mawasangka kabupaten Buton Tengah), Risman,S.Pd ( Pld Kec.Sampolawa Kabupaten Buton Selatan, Fitsuabe ( Pld Kec.Pasarwajo Kabupaten Buton), Sahabuddin (Pld kec.Tomia Timur Kabupaten wakatobi),“ ungkapnya.

Ditempat yang sama, Koordinator Pendamping P3MD Wilayah Provinsi Sulawesi tenggara, Syahruddin kaeba,ST menegaskan bahwa Pemberian Penghargaan kepada 15 Pendamping terbaik dari masing-masing Kabupaten merupakan apresiasi yang diberikan kepada Para Pendamping karena telah menunjukan kinerja baik dalam memfasilitasi Pelaksanaan Program Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa (P3MD) di Tempat tugas masing-masing.untuk itu pihaknya berharap agar seluruh Tenaga Pendamping Profesional di Provinsi Sulawesi tenggara dapat terus meningkatkan kinerja kinerja yang baik dalam mengawal pembangunan di Desa.

“Pemberian Penghargaan kepada 15 Pendamping terbaik dari masing-masing Kabupaten merupakan apresiasi yang diberikan kepada Para Pendamping karena telah menunjukan kinerja baik dalam memfasilitasi Pelaksanaan Program Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa (P3MD) di Tempat tugas masing-masing.untuk itu pihaknya berharap agar seluruh Tenaga Pendamping Profesional di Provinsi Sulawesi tenggara dapat terus meningkatkan kinerja kinerja yang baik dalam mengawal pembangunan di Desa.”

Lebih Jauh Syahruddin kaeba mengungkapkan bahwa kontribusi seluruh pendamping Desa sangat siknifikan utamanya dalam mengawal Penggunaan dana Desa selama 5 Tahun terakhir termasuk salah satunya adalah semua Pendamping Profesional telah menuntaskan Data Indek Desa Membangun (IDM) yang mana data ini sudah diakui oleh semua Pihak termasuk Badan Pusat Statistik dan Pihak lainya.Data Indek Desa Membangun yang telah dirilis oleh Kementerian Desa akan menjadi acuan bagi semua kementerian/lembaga dalam merumuskan kebijakan Pembangunan Nasional.

“Kontribusi seluruh pendamping Desa sangat siknifikan dan tidak diragukan utamanya dalam mengawal Penggunaan dana Desa selama 5 Tahun terakhir termasuk salah satunya adalah semua Pendamping Profesional telah menuntaskan Data Indek Desa Membangun (IDM) yang mana data ini sudah diakui oleh semua Pihak termasuk Badan Pusat Statistik dan Pihak lainya.Data Indek Desa Membangun yang telah dirilis oleh Kementerian Desa akan menjadi acuan bagi semua kementerian/lembaga dalam merumuskan kebijakan Pembangunan Nasional,“ pungkasnya.

Ditempat yang sama, Pendamping terbaik asal Kecamatan Moramo Utara, Konawe Selatan Yusdianto,S.Hi mengungkapkan bahwa Pihaknya sangat berteimakasih atas penghargaan yang diberikan kepada Pendamping Desa atas kinerja baik.ia menambahkan bahwa menjadi PLD Terbaik bukanlah hal yang mudah, karena sebelum mendapatkan tes di tingkat provinsi, selaku PLD harus mendapatkan terlebih dahulu TIKET LOLOS dari Kabupaten.

“saya sangat berteimakasih atas penghargaan yang diberikan kepada Pendamping Desa atas kinerja baik.ia menambahkan bahwa menjadi PLD Terbaik bukanlah hal yang mudah, karena sebelum mendapatkan tes di tingkat provinsi, selaku PLD harus mendapatkan terlebih dahulu TIKET LOLOS dari Kabupaten,“ ungkapnya.

Lebih jauh Pendamping Lokal Desa yang akrab dipanggil Benggele ini menguraikan bahwa sebagai Pendamping Lokal Desa di Desa Sanggula, Desa Mekar Jaya dan Desa Lombuea kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan terus melaksanakan tugas pendampingan sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Desa, pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi Nomor 3 Tahun 2015. Sebagai Pendamping Lokal Desa harus mengawal Program sesuai dengan tupoksinya.

“sebagai Pendamping Lokal Desa di Desa Sanggula, Desa Mekar Jaya dan Desa Lombuea kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan terus melaksanakan tugas pendampingan sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Desa, pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi Nomor 3 Tahun 2015. Sebagai Pendamping Lokal Desa harus mengawal Program sesuai dengan tupoksinya “ tukasnya

Dikonfirmasi mengenai apakah dalam melaksanakan tugas sudah mendapatkan gaji yang cukup, ia menjawab secara diplomatis bahwa Persoalan Gaji dalam menjalankan tugas sebagai pendamping Profesional yang bekerja purna waktu menmfasilitasi Desa bukanlah dilihat dari seberapa besar Gaji yang diterima setiap bulan tetapi yang lebih bermakna adalah ketika mendapat kesempatan mengabdikan diri menjadi Pahlawan Desa untuk Indonesia yang lebih baik. Namun jika Pihak Kementerian Desa, pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi memberikan tambahan penghasilan, pihaknya tidak menampik jika itu dibutuhkan bagi seluruh pendamping Lokal Desa di Seluruh Indonesia.

“Persoalan Gaji dalam menjalankan tugas sebagai pendamping Profesional yang bekerja purna waktu menmfasilitasi Desa bukanlah dilihat dari seberapa besar Gaji yang diterima setiap bulan tetapi yang lebih bermakna adalah ketika mendapat kesempatan mengabdikan diri menjadi Pahlawan Desa untuk Indonesia yang lebih baik. Namun jika Pihak Kementerian Desa, pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi memberikan tambahan penghasilan, pihaknya tidak menampik jika itu dibutuhkan bagi seluruh pendamping Lokal Desa di Seluruh Indonesia “, candanya “

Laporan: Abady

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA