oleh

Aktivis Berlumuran Darah, Ketua HMI Hijau Hitam Angkat Bicara

Wakatobi, Harapansultra.com | Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam aliansi mahasiswa di depan gedung kantor bupati Wakatobi, Senin, (6/7/2020) berujung ricuh hingga menyebabkan seorang aktivis terluka parah.

Atas insiden tersebut, ketua umum HMI komisariat Hijau Hitam Wakatobi, Alwhii Matangkara angkat bicara. Dirinya menyayangkan aksi yang dilakukan untuk kepentingan publik terkait Bantuan Sosial Tunai (BST) berujung pada tindakan represif dari oknum Kepolisian dan Satpol PP.

“Kami selaku pengurus HMI Wakatobi sangat menyayangkan ada korban luka dari pihak mahasiswa dan pemuda yang ikut aksi kemarin, karena dari video yang beredar nampak jelas amukan membabi buta dari oknum keamanan baik Polisi maupun Pol PP,”sesalnya.

Menurutnya, langkah yang ditempuh oleh pihak keamanan baik kepolisian maupun Sat Pol PP sudah melenceng dari Standar Operasioanl Prosedur (SOP) yang seharusnya dijalankan. Semestinya, pihak kepolisian dapat menerapkan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No. 9 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan, Pelayanan, Pengamanan, dan Penanganan Perkara Penyampaian Pendapat di Muka Umum.

Apalagi, saat bentrokan berlangsung, penangkapan koordinator lapangan Emen Lahuda dirinya tidak melakukan perlawanan dan sangat kooperatif.

“Perlakuan seperti ini sudah jelas sebagai bentuk kriminalitas,”cetusnya.

Sebagai buntut dari persoalan ini, Alwhii Matangkara hari ini membuka posko pengaduan bagi rekan-rekan mahasiswa dan pemuda yang mendapat tindakan represif dari oknum aparat kepolisian dan Pol PP pada senin 6 Juli lalu.

“Kami akan mencoba mengumpulkan bukti-bukti tindakan represif dari aparat Kepolisian dan Pol PP sembari pula membuka posko pengaduan untuk mahasiswa dan pemuda lainnya yang merasa tindakan mendapat represif dari oknum aparat keamanan, setelah itu kita tuntut ini secara serius,”sambungnya.

Selain itu Alwhii manyampaikan, terlepas dari kepentingan apapun, baik itu kepentingan politik ataupun hal lainnya dirinya hanya meminta pertanggung jawaban aparat kepolisian dari Polres wakatobi maupun pemerintah daerah wakatobi.

“Karena apabila hal ini di diamkan kemungkinan besar akan menjadi budaya bagi aparat yang mengawal aksi unjuk rasa,” tutupnya.

Untuk diketahui, selain menyebabkan seorang Aktivis terluka parah, bentrokan antara masa aksi dan pihak kemananan saat aksi demontrasi yang dimaksud, salah seorang dari intelkam Polres Wakatobi mengalami cedera dibagian kepala hingga dilarikan ke Puskesmas terdekat.

Laporan ; Samidin

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA