
Bombana, Harapansultra.com – Kobaran api melanda kawasan Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (BTNRAW) di wilayah Desa Watu-watu, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Minggu (6/9/2026). Personel Kodim 1431/Bombana bersama Manggala Agni, Polri dan BPBD Kabupaten Bombana bergerak cepat untuk mengendalikan kebakaran agar tidak meluas.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 11.48 Wita itu berada di kawasan perbatasan Kabupaten Konawe Selatan dan Kabupaten Bombana. Kondisi cuaca panas serta hembusan angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat menjalar melalui vegetasi alang-alang yang kering.
Tim Manggala Agni menjadi unsur pertama yang tiba di lokasi dengan kekuatan 23 personel beserta kendaraan pemadam dan peralatan pendukung. Tanpa menunggu lama, tim langsung melakukan pemadaman terhadap kobaran api yang terus bergerak.
Personel Kodim 1431/Bombana kemudian tiba di lokasi dan langsung bergabung dalam upaya pemadaman. Sebanyak sembilan personel TNI tercatat terlibat dalam Satgas Karhutla bersama satu personel Polri dan empat personel BPBD Kabupaten Bombana.
Upaya pemadaman juga diperkuat dengan tiga kendaraan pemadam, yakni satu unit Slip-on, satu unit Triton dan satu unit mobil pemadam. Sinergi lintas instansi ini dilakukan untuk mempercepat pengendalian api sekaligus mencegah kebakaran menjalar lebih luas ke kawasan hutan.

Proses pemadaman tidak mudah. Angin yang bertiup kencang membuat kobaran api sulit dikendalikan, sementara sebagian titik api telah bergerak menuju kaki gunung sehingga sulit dijangkau kendaraan pemadam. Personel pun harus melakukan pemadaman secara maksimal dengan menyesuaikan kondisi medan.
Kebakaran diduga dipicu oleh gesekan alang-alang kering atau puntung rokok yang dibuang sembarangan, kemudian diperparah kondisi cuaca panas dan kering. Tim gabungan terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Gerak cepat personel Kodim 1431/Bombana bersama unsur terkait menjadi bentuk kepedulian terhadap kelestarian kawasan hutan sekaligus upaya melindungi lingkungan dan masyarakat dari ancaman Karhutla. Pencegahan kebakaran menjadi tanggung jawab bersama, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang membuat vegetasi mudah terbakar. (Pendim)








Tinggalkan Balasan