oleh

Awal Tahun 2020 Kasus Pelecehan Seksual Marak terjadi di Konsel

-Harapan-1561views

Konsel, Harapansultra.com-Berdasarkan Surat Permohonan Pendampingan Anak sebagai korban/saksi dari Kepolisian serta laporan masyarakat pada Dinas Sosial Konawe Selatan tercatat enam kasus anak yang masuk sejak Januari-Februari 2020. Kepala Dinas Sosial Konawe Selatan Drs. Edwin Koodoh, BSW., MM langsung merespon dengan berkoordinasi dengan Pekerja Sosial untuk melaksanakan penjangkauan dan pendampingan terhadap perkara anak tersebut.

Pekerja Sosial perlindungan anak kementerian sosial wilayah Konawe Selatan Helpin Ezza, S.Sos terjun melakukan penjangkauan dan pendampingan psikososial terhadap anak korban dugaan kesusilaan atau pemerkosaan di kepolisian serta mengunjungi langsung di rumah keluarga korban.

“Korban masih kondisi trauma atas peristiwa yang ia alami dimana anak cenderung menyendiri dan tertutup karena malu sehingga memerlukan pelayanan pendampingan psikososial, jika tidak anak tersebut bisa nekat melakukan hal-hal yang tidak diinginkan dan perlu perhatian serius, disamping itu saya terus melakukan pendampingan mulai tahap proses penyidikan di kepolisian, kejaksaan, hingga tahap putusan pengadilan, saat ini anak putus sekolah dan saya betul- betul memastikan anak mendapatkan haknya sesuai amanat UU Sistem Peradilan Pidana Anak No 11 tahun 2012,” ungkapnya.

Selain itu kata mantan ketua UKM Seni STAIN Kendari itu mengatakan bahwa tindakan asusila atau pemerkosaan saat ini marak dilakukan oleh orang terdekat korban. Berdasarkan hasil pendampingan dan asessment awal yang  dilakukan ditemukan pelaku adalah orang terdekat korban serta beberapa faktor penyebab terjadi kasus kekerasan seksual terhadap anak dilatar belakangi faktor internal dan eksternal keluarga seperti perceraian, ekonomi, pola asuh dan pengawasan penggunaan media sosial.

Dengan terus meningkatnya kasus kekerasan anak di Konawe selatan diharapakan orang tua agar lebih ekstra memberikan pengawasan terhadap anak dibawah umur, disamping itu diperlukan keterlibatan seluruh stakeholder untuk turut membantu melakukan pencegahan.

“Kasus kekerasan terhadap anak terus meningkat. Kami Pekerja Sosial Perlindungan anak Konawe Selatan pada tahun 2019 telah menangani kurang lebih 38 kasus anak, dan ditahun 2020 Enam kasus, adapaun kendala yang kami hadapi saat ini adalah anggaran sosialisasi dan respon kasus dari kementrian sosial masih sangat terbatas seperti sosialisasi kekerasan anak dilingkungan sekolah hanya mampu dilaksanakan dua kali dalam setahun, selain itu kami juga harus melaksanakan pendampingan di 25 kecamatan dengan jarak penjangkauan yang cukup jauh dimana Peksos perlindungan anak di Konsel hanya berjumlah dua orang,” ucapnya.

Kami juga berharap Pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap peksos dalam menangani kasus anak dikonawe selatan. (Tim HS).

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA