oleh

Berbeda Data Dengan Dukcapil, Sensus Kali Ini Bakal Gunakan Cara Yang Berbeda

Wakatobi, Harapan Sultra.com | Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara tahun ini akan menggelar sensus penduduk yang berbeda dari sensus sebelumnya. Sensus penduduk tahun ini bakal menggunakan data dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sebagai basis data dasar penduduk (pre-list) dalam pelaksanaannya.

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Wakatobi Towedy Martinus Layico mengungkapkan, penggunaan basis data Dukcapil bukan tanpa sebab. Pada sensus sebelumnya, diakui data dari BPS dengan data yang tercatat pada dinas Kependudukan dan Catatan Sipil mengalami perbedaan. Sehingga Sensus penduduk tahun ini harus benar-benar dilakukan secara akurat.

Pada tahun 2019, menurut data administratif dari Dukcapil penduduk Wakatobi pada semester satu 2019 berjumlah 114.600 jiwa. Sementara menurut proyeksi BPS berdasarkan sensus penduduk tahun 2010 dan survei antar sensus tahun 2015, jumlah penduduk yang berdomisili di Wakatobi berjumlah 95.892 jiwa (Juli 2019).

“Artinya disini ada perbedaan data sekitar 18 ribu. sensus penduduk yang akan kami laksanakan sekarang itu menggunakan basis data dari catatan sipil. Itulah yang akan kita update. berapa yang sudah pindah, sudah meninggal atau ada penduduk yang belum teregistrasi di sini,”ucap Towedy Martinus Loyico pasca kegiatan pembukaan rapat koordinasi sensus penduduk 2020 di villa Nadila, Rabu (12/2/2020).

Kepala BPS melanjutkan, pada Sensus penduduk 2020 ini, untuk cara pengambilan data akan menggunakan dua cara yakni Sensus penduduk secara online dan Sensus penduduk melalui wawancara. Sensus penduduk secara online akan dilaksanakan mulai Februari.

“Sensus online Kami mengharapkan seluruh partisipasi masyarakat untuk melakukan pendataan terhadap dirinya sendiri dan keluarganya melalui website sensus.bps.co.id yang dimulai bulan Februari hingga maret sedangkan untuk Sensus Wawancara akan dilaksanakan pada bulan Juli 2020,”lanjutnya.

Merespon kegiatan Sensus yang bakal dilakukan oleh BPS, Bupati Wakatobi Arhawi berharap agar validasi data sensus dilakukan secara akurat. Mengingat data BPS juga menjadi dasar pembuatan keputusan dan analisis. Data ini tidak hanya untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga sebagai antisipasi tentang Indonesia khususnya Wakatobi di masa yang akan datang.

“Misalnya berapa perkiraan penduduk pada tahun 2050 mendatang. Dengan jumlah penduduk itu menjadi dasar untuk merencanakan berapa bahan makanan yang harus disediakan. Berapa luas lahan pertanian, berapa sarana pendidikan dan kesehatan yang harus disiapkan. Berapa jumlah air bersih yang dibutuhkan, bagaimana daya dukung lingkungan dan sebagainya,”sebutnya.

Laporan ; Samidin

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA