oleh

Bukannya Adu Program, Diduga Kampanye HATI Terselip Adu Domba

-Harapan-11.553views

Wakatobi, Harapansultra.com | Bukannya menyampaikan program apabila terpilih menjadi Bupati dan Wakil bupati, kampanye pasangan calon bupati dengan Tagline HATI diduga telah membuat adu domba antara masyarakat dengan kepala desa.

Kejadian itu, bermula saat pasangan calon bupati dan wakil bupati menggelar kampanye di desa Tanomeha, kecamatan Kaledupa Selatan pada 22 Oktober 2020 lalu. Dalam kampanye tersebut masyarakat suku Bajo disangsikan menjadi orang yang diintimidasi oleh kepala desa Tanomeha.

Tiga orang warga Suku Bajo tersebut diantaranya atas nama Kangkang mengaku diancam dibakar rumahnya. Kemudian, seorang nenek atas nama Ruciana juga mengaku diintimidasi dengan tidak akan diberikannya semua jenis bantuan. Serta atas nama Buruci diancam untuk dibunuh oleh kepala desa.

Padahal, menurut pengakuan Mardan kepala desa Tanomeha, apa yang dikatakan warganya tersebut merupakan tuduhan tidak berdasar dan Sekali tidak pernah dilakukannya. Sebab ia paham bahwa sebagai kepala ia harus netral dan tidak berpolitik praktis pada Pilkada.

Atas kegaduhan yang dibuat saat kampanye Haliana itu, Mardan dan salah satu pengurus PPK desa tanjung, La Kidi yang turut terseret namanya telah melapor ke Gakkumdu dengan tanda bukti penyampaian laporan bernomor 02/PL/PB/Kab/28.10/X/2020.

“Saya menginginkan dengan adanya laporan ini agar pihak Gakkumdu segera menindaklanjuti laporan saya, agar tidak ada lagi fitnah yang mengarah ke saya. Saya tidak pernah merasa melakukan ancaman,”ucap Mardan, saat ditemui di salah satu Hotel di Wangi-wangi, Sabtu (24/10/2020).

Mardan melaporkan tindak pidana pemilu tersebut dengan undang-undang nomor 10 tahun 2016, pasal 187 ayat 2 terkait huruf C menghasut dan memfitnah dalam kampanye. 

Hingga berita ini diterbitkan, calon bupati Wakatobi, Haliana saat dihubungi via pesan Watshap belum memberikan tanggapan.

 

Laporan ; Samidin

 

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA