‎Bombana, Harapansultra.COM | – Perum Bulog Kabupaten Bombana menargetkan penyerapan gabah kering panen (GKP) mencapai 60 ribu ton sepanjang 2026 di wilayah Bombana dan Kabupaten Konawe Selatan.

‎Memasuki puncak musim panen, Bulog menyatakan kesiapan penuh menghadapi lonjakan produksi, bahkan hingga 1.000 ton per hari setelah Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.

‎Kepala Bulog Kabupaten Bombana, Abdan, menegaskan pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai, bahkan berpeluang melampaui capaian yang ditetapkan.

‎“Setelah Lebaran, bahkan 1.000 ton per hari pun kami siap serap untuk memastikan hasil panen petani terserap maksimal,” ujar Abdan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/3/2026)

‎Sejak awal masa penyerapan hingga awal Maret 2026, Bulog telah menyerap sekitar 3.200 ton gabah dari wilayah Bombana dan Konawe Selatan. Rata-rata penyerapan sepanjang Maret mencapai 220 hingga 250 ton gabah per hari, atau setara sekitar 120 ton beras.

‎Untuk wilayah Bombana, penyerapan terbesar saat ini tercatat di Kecamatan Poleang Selatan, tepatnya di Desa Waimputtang, yang menjadi salah satu sentra produksi utama.

‎“Kalau kualitas gabah baik, petani mendapatkan harga optimal dan Bulog juga menghasilkan beras dengan rendemen tinggi,” katanya

‎Abdan menegaskan, penyerapan gabah dilakukan mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram sesuai Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2025 yang masih menjadi rujukan hingga saat ini.

‎“Kami mengacu pada HPP Rp6.500 per kilogram, dan kami harapkan tidak ada lagi gabah petani yang dibeli di bawah harga tersebut,” pungkasnya

‎Pewarta: Asbar