oleh

Demi Tebus Jenasah Anaknya Di RSU Muna, Pasangan Ini Rela Keliling Cari Pinjaman Dana

MUNA, HarapanSultra.COM | Publik Muna dikejutkan dengan peristiwa kemanusiaan yang menyayat hati terkait pelayanan RSUD Muna Pasalnya Mayat seorang bayi harus terlambat dikebumikan karena menjadi jaminan hanya kerena orang tuanya tidak mampu segera menyelesaikan biaya perawatan selama di rumah sakit.

Hal ini diceritakan orang tua bayi, Muhammad Olo (20), dikisahkan saat istrinya Asrina (18) melahirkan anak laki-laki, sekitar pukul 10.00 pagi tanggal 30 Mei lalu di salah satu klinik di Kota Raha dengan berat 1,5 kilo gram.

Karena kondisi bayi tidak memungkinkan untuk dilakukan perawatan di klinik itu akibat berat badan dibawah standar,  dan di klinik tersebut tidak tersedia Inkubator, maka bidan klinik memutuskan untuk merujuk ke RSUD Muna dengan menggunakan mobil klinik. pada (30/05/2018) dan sempat dirawat selama enam hari di ruang teratai, namun akhirnya meninggal dunia.

Muncul permasalahan setelah Muhammad Olo hendak mengambil jenasah anaknya untuk dikebumikan segera namun karena biaya Rumah sakit belum mampu diselesaikan sehingga mayat bayi itu ditahan hingga biaya perawatan dapat diselesaikan.

“Biaya perawatan yang harus kami bayar Rp 8.070.000. juta, karena kami tidak sanggup bayar, sehingga petugas akhirnya menahan jenazah anak kami” ucap Muhamad Olo, Rabu (06/06/2018).

Saat kondisi seperti itu, lanjut Muhammad Olo dia bersama istrinya berusaha segera mencari pinjaman uang untuk menebus jenazah anaknya yang dijadikan jaminan di (RSUD) Muna.

“Pada saat membayar dan saya minta format pembayaran ternyata yang terbayar Rp 7.420.000 dan uang saya dikembalikan sebanyak Rp 650.000. Saya terima dengan bayi, hanya yang menjadi masalah untuk mengeluarkan  bayi harus membayar uang, akhirnya mencari pinjaman untuk mendapatkannya,” ujarnya.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun HarapanSultra.COM dari beberapa sumber bahwa kwitansi yang diberikan kepada pasien itu, penuh dengan coretan tipe x dan kemudian tidak ada stempel serta nama bidan yang bertanda tangan.

“Ya benar, ada beberapa item yang sesungguhnya tidak masuk dalam draf, tapi dimasukan. Kemudian biaya perawatan bayi itu harus terinci.  Demikian pula yang lainnya, ” kata salah seorang sumber yang enggan namanya ditulis

Pewarta : HS008/BORJU

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA