oleh

Dewan Sidak RSUD Wakatobi, Berikut Sejumlah Permasalah yang Ditemukan

-Harapan-12.555 views

Wakatobi, Harapansultra.com | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Wakatobi melakukan sidak mendadak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wakatobi, Selasa (3/2/2020).

Empat orang anggota dewan yang belum cukup setengah setahun menjabat ini, menggali sejumlah persoalan rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Pihaknya bertanya ke sejumlah pegawai terkait tenaga medis dan berdiskusi langsung dengan pasien soal pelayanan yang diberikan.

Alhasil, sidak yang dilakukan La Ode Nasrullah, Muhammad Syahril, Irman dan Muhammad Ikbal, tersebut menemukan sejumlah persoalan, mulai dari kurangnya dokter spesialis dan pegawai, masalah pelayanan serta fasilitas rumah sakit yang masih kurang memadai.

Persoalan yang disebut oleh La Ode Nasrullah cukup krusial tersebut, perlu ditindaklanjuti ke meja DPRD. Pasca sidak, dewan akan melakukan pemanggilan terhadap direktur rumah sakit.

“Banyak hal yang perlu diperbaiki, baik ketersediaan dokter, kurangnya pegawai negeri sipil, fasiltas seperti komputer yang secara otomatis pendataan pasien juga tidak akan tertib. Persoalan tidak adanya dokter ini bukan sesuatu yang kita minta-minta, orang rumah sakit pun kewalahan dengan itu,”ungkap Ketua Komisi III tersebut.

Lanjutnya, permasalahan tidak adanya dokter spesialis adalah masalah yang sangat fital. Katanya, DPRD dan Pemda perlu duduk bersama, jika hal itu hanya karena persoalan upah kontrak dokter yang sedikit maka menurutnya banyak variabel di kabupaten yang bisa dijadikan alasan peningkatan upah sehingga para dokter bisa betah berlama-lama di kabupaten yang masuk dalam 10 top destinasi pariwisata ini.

“Tidak ada dokter ahli ini jelas berakibat langsung kepada penggunaan BPJS. Saya sudah bicara tadi dengan kabag programnya, baik untuk menindaklanjuti keadaan sementara ini. Salah satu fasilitas yang menunjang yang memungkinkan dokter datang ke sini adalah fasilitas seperti mobil dinas serta kontraknya juga harus lebih tinggi daripada daera-daerah lain,”jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur rumah sakit Munardin Malibu mengaku, pihaknya telah melakukan komunikasi ke kementerian sejak tahun lalu sebelum kekosongan terjadi. Namun hingga sampai sekarang ini dokter yang diharapkan tidak kunjung tiba. Padahal, tahun ini pemerintah Wakatobi telah menaikkan intensif bagi dokter spesialis sebesar 30 juta yang sebelumnya hanya 27,5 juta.

Munardin menyebut, tahun lalu akan dengan mudah mendapatkan dokter spesialis untuk bekerja di Wakatobi, sebab ada program pemerintah pusat yang disebut dengan Wajib Kerja Dokter Spesialis. Hal itu mewajibkan dokter untuk mengisi kekosongan dokter di setiap daerah. Sekarang, WKDS telah digantikan dengan Pendayagunaan Dokter Spesialis.

“Sehingga hal itu tidak mewajibkan dokter untuk mengisi kekosongan dokter di daerah-daerah yang kurang dokter spesialisnya,”ucapnya.

Sementara ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kabupaten Wakatobi mengalami kekosongan Dokter Anastesi, Bedah, Dokter Anak, dan Dokter Kandungan.

Laporan ; Samidin

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA