oleh

Diberhentikan Tanpa Dasar Yang Jelas Dari Sekdes Haka, Baudin Mengadu ke DPRD

-Harapan-11.266 views

Wakatobi, Harapansultra.com | Tidak terima dipecat dari jabatan sekretaris desa Haka, kecamatan Togo Binongko, Baudin (29) membawa nama Asosiasi Perangkat Desa sekabupaten Wakatobi mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat, Senin (18/5/2020).

Diterima oleh sejumlah anggota dewan, Baudin yang sejak 2016 bekerja sebagai Sekdes tersebut menyebut pemecatan terhadap dirinya tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Dasar yang menjadi pemecatan terhadap dirinya hanya sebatas melanggar ketentuan adat.

“Pada tanggal 28 bulan 12 tahun 2019 saya mengadakan hakekat (gunting rambut) di kampung tetangga, tiba-tiba saya dipersoalkan. Selama ini aturan adat tidak pernah disampaikan kepada masyarakat bahwa barang siapa yang mengambil hakekat di tempat lain akan mendapat sanksi adat,”ungkapnya.

Baudin melanjutkan, hukum adat tidak bisa menjadi dasar kepala desa melakukan pemecatan secara sepihak. Untuk itu dia berharap agar persoalan ini segera dituntaskan. Jika hal demikian dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan ada korban-korban lain seperti dirinya yang diberhentikan tanpa dasar dan aturan yang jelas.

“Saya meminta kepada anggota DPRD untuk menyelesaikan persoalan ini supaya tidak berlarut larut karena kalau misalkan dia tidak dituntaskan satu atau dua hari kami akan datang lagi karena kami membawa nama asosiasi persatuan perangkat desa kabupaten Wakatobi,”harapnya.

Menanggapi hal itu, Anggota Dewan Arman Alini mengatakan, masalah yang dihadapi baudin akan segera dilaporkan ke pimpinan untuk dibahas kembali dengan memanggil pihak-pihak yang terkait.

“Kalau kita hanya menerima dari satu pihak maka bisa saja penafsiran kita akan subjectif maka dari itu kita akan memanggil pihak-pihak yang terkait termasuk camat,”cetusnya.

Di kesempatan yang sama anggota dewan, Haerudin Buton menanggapi bahwa surat keputusan Kepala desa terkait pemberhentian Baudin yang ditetapkan pada tanggal 06 Mei 2020 tersebut jika dilihat dari dalil maupun point-point jauh dari peraturan yang ditetapkan. Sehingga menurutnya persoalan ini harus segera ditindaki cepat.

“Kalau tidak ini akan menjadi referensi kepala desa yang lain untuk melakukan hal-hal seperti ini. Mengingat kedepan akan banyak benturan kepentingan,”ucapnya.

Dihubungi terpisah via telpon, Kepala desa Haka, Haeruddin mengaku pemberhentian sekretaris desa Baudin sudah sesuai dengan aturan dan prosedural pemberhentian yang berlaku serta adanya desakan dari masyarakat dan para tokoh.

Menurutnya, Baudin telah melanggar adat, Iapun telah memberikan teguran kepada Baudin untuk meminta maaf kepada para tokoh namun hal itu tidak diindahkan sehingga terjadi ketidakharmonisan antara pemerintah desa dengan para tokoh dan pemangku kepentingan.

“Ada beberapa hal yang di langgar menurut para tokoh yaitu salah satunya mencemari adat yang ada. Dia melakukan sesuatu kata-kata yang menyinggung adat yang ada disini dan itu disaksikan oleh banyak orang. Mencaci maki adat yang ada disinilah. Sehingga terjadi ketersinggungan para tokoh,”tepisnya.

Laporan; Samidin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA