Bombana,HarapanSultra.COM | – Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan di bidang lingkungan hidup di Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kabupaten Bombana memasuki fase baru yang lebih konkret. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan pada Sabtu, 12 April 2025, yang mempertemukan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dari kedua wilayah. Dalam forum ini, arah kebijakan dan target-target indikator strategis untuk tahun 2025 dan 2026 ditetapkan sebagai acuan bersama.

Rapat koordinasi yang berlangsung dinamis dan padat ini melibatkan sejumlah tokoh kunci, antara lain Mutiah Ilmi Darajat Haq, S.Kom., M.Si (Penelaah Teknis Kebijakan Bappeda Provinsi Sultra), Ir. H. Takdir, M.Si (Perencana Ahli Muda DLH Provinsi Sultra), Linda Margaret, S.IP., M.A.P (Analis Keuangan Pusat dan Daerah Bappeda Kabupaten Bombana), serta Astuti Achmad, S.Pt., MM (Kasubag Perencanaan dan Keuangan DLH Kabupaten Bombana). Keempatnya memainkan peran penting dalam menyelaraskan perspektif dan rencana lintas wilayah serta sektor.

Menyepakati Indikator, Merancang Arah

Salah satu pokok hasil rapat ini adalah kesepakatan indikator prioritas yang akan menjadi tolok ukur pembangunan lingkungan di Bombana. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) yang sebelumnya mencapai angka 79,021 pada tahun 2024, ditargetkan menurun ke angka 76,10 pada 2025, lalu naik kembali menjadi 79,54 di tahun 2026. Penyesuaian target ini bukan penurunan komitmen, melainkan strategi realistis yang memperhitungkan dinamika teknis dan kondisi faktual lapangan.

Indikator penting lainnya juga disepakati. Indeks Pengelolaan Keanekaragaman Hayati ditetapkan stabil di angka 0,525 hingga 2026. Sementara itu, target Indeks Kinerja Pengelolaan Sampah menunjukkan peningkatan dari 35% pada 2024 menjadi 38% di 2025 dan 39% di 2026. Adapun proporsi rumah tangga yang terlayani pengumpulan sampah dipatok tetap 30% pada 2025, namun akan meningkat signifikan menjadi 38% di 2026.

Tak kalah penting, target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) pun dibahas serius. Penurunan sebesar 29% pada 2024 ditargetkan meningkat secara bertahap menjadi 29,09% pada 2025 dan 29,30% pada 2026. Target ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menangani isu perubahan iklim secara bertanggung jawab.

Langkah Nyata Melalui Sub-Kegiatan Prioritas

Untuk mewujudkan target tersebut, sejumlah langkah teknis telah disusun. Pemantauan kualitas lingkungan terhadap media tanah, air, udara, dan laut menjadi salah satu pilar utama. Kegiatan ini mencakup pengumpulan dan analisis data seperti indeks kualitas air, kualitas udara, kualitas lahan, ekosistem gambut, dan kualitas air laut.

Selain itu, pengambilan dan pengujian sampel kualitas lingkungan akan dilakukan secara berkala. Penanganan sampah juga diperkuat melalui proses pengangkutan, pengumpulan, serta pengolahan di fasilitas seperti TPS3R, PDU, TPST, SPA, PLTSa, RDF, dan bank sampah.

Tidak hanya itu, perhatian khusus juga diberikan pada sistem pemrosesan akhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) skala kabupaten dan regional untuk memastikan pengelolaan limbah akhir berjalan efektif dan sesuai regulasi.

Digitalisasi Perencanaan dan Pengawasan

Rapat ini juga menghasilkan keputusan penting terkait integrasi target-target tersebut ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Langkah ini merupakan tonggak digitalisasi perencanaan pembangunan daerah, yang akan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi lintas instansi.

Digitalisasi tidak hanya mempercepat koordinasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam evaluasi kinerja berbasis data. Dengan sistem yang terintegrasi, Pemkab Bombana dan Pemprov Sultra dapat memantau perkembangan secara real time dan merespons tantangan secara lebih adaptif.

Fondasi Menuju Masa Depan Hijau

Rapat koordinasi ini bukan sekadar agenda birokratis. Ia menjadi tonggak dalam memperkuat fondasi pembangunan lingkungan hidup yang inklusif dan terukur. Kesepakatan lintas sektor ini menandai semakin kokohnya sinergi antara Pemprov Sultra dan DLH Bombana dalam menjadikan lingkungan sebagai prioritas utama pembangunan.

Dengan target yang jelas, program yang konkret, dan sistem yang terintegrasi, Bombana berada di jalur yang tepat menuju masa depan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan. Masa depan ini bukan hanya soal angka dan indikator, tapi tentang warisan ekologis yang akan kita tinggalkan bagi generasi mendatang.