oleh

Dua Legislator Muda Temui Masa Aksi di Luar Gedung DPR Usai Dilantik

-Harapan-11.475views

Wakatobi, Harapansultra.COM | Berselang beberapa menit usai terlantik dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) kabupaten Wakatobi, La Ode Nasrullah dari partai Nasdem dan Muhammad Ikbal dari partai Amanat Nasional menemui masa aksi unjuk rasa di luar gedung DPR Wakatobi, Selasa (1/10/2019).

Masa aksi yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Menggugat tersebut berdemonstasi di depan Gedung DPRD Wakatobi terkait beberapa isu yang sedang hangat bergulir ditengah-tengah masyarakat. Baik berupa revisi undang-undang KUHP dan masalah lingkungan yang diakibatkan PT. Golden Prima.

Masa aksi yang dikoordinir Whii Matangkara ini membacakan sejumlah petisi untuk kemudian ditanda tangani oleh pemerintah daerah dan pihak DPRD. Dalam petisi tersebut, memuat pernyataan bahwa pihak Pemerintah Daerah dan DPRD serta Aliansi Pemuda Menggugat menolak RUU KUHP dan revisi UU KPK, tuntaskan pelanggar HAM di institut Kepolisian dan kriminalisasai aktifis, serta beberapa point tuntutan.

“Kami meminta kepada pemerintah daerah, baik eksekutif, yudikatif, dan legislatif untuk mendesak presiden republik Indonesia mengeluarkan Perpu terkait pembatalan UU KPK,”tuturnya.

Dua legislator muda yang menemui aktifis diluar saat terik itu mendengar secara langsung petisi yang disampaikan. Namun, menurut salah satu anggota dewan asal PAN Muhammad Ikbal mengatakan, bahwa apa yang menjadi aspirasi pihak pendemo akan dibahas secara bersama-sama anggota dengan dewan lain dan pihak pemerintah daerah.

“Kami baru saja dilantik, persoalan yang disampaikan kawan-kawan aktifis akan kami bahas secara bersama-sama dalam waktu yang tidak lama ini,”jelasnya.

Selain itu, La Ode Nasrullah yang menginisiasi pertemuam itu mengapresiasi apa yang dilakukan aktifis. Katanya, semoga dengan terlantiknya anggota yang baru, DPRD mampu menghadirkan resonansi diskusi yang baik yang berdasarkan intelektualitas.

“Bahwa ada indikasi penunggang gerakan, di dalam demokrasi tak ada fenomena politik yang bisa kita hindarkan dari dugaan tersebut. tetapi meski dalam 1.000 pengunjuk rasa dan hanya 1 yg membawa substansi tak ada alasan utk menolak gerakan,”pungkas pemuda 27 tahun itu.

Setelah mendengar apa yang disampaikan pihak DPRD, masa aksi membubarkan diri dengan damai.(adm)

Laporan ; Samidin

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA