oleh

Gakkumdu Hentikan Pembahasan Laporan Dugaan Pidana Pemilu Cabub HATI

Wakatobi, Harapansultra.com | Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Wakatobi resmi memutuskan untuk menghentikan proses pembahasan dugaan tindak pidana Pemilu yang disangkakan kepada Calon Bupati (Cabup) dari pasangan HATI H. Haliana Cs.

Penghentian pembahasan laporan dari kepala desa Tanomeha, Mardan tersebut, setelah pihaknya bersama-bersama melakukan tahap-tahap pembahasan dan pada akhirnya diputuskan tidak ada unsur pelanggaran Black Campaign.

Hal ini tertuang dalam surat pemberitahuan status laporan yang diumumkan pihak Bawaslu, yang ditandatangani Ketua Bawaslu Wakatobi La Ode Muhammad Arifin, tanggal 03 November 2020. 

“Pada pembahasan ke dua ini dibahas apakah akan ditindak lanjuti sebagai tindak Pedana atau tidak, dari hasil pembahasan kedua, kami tidak menemukan unsur pelanggaran tindak pidana pemilu terkait black Campaign sebagaimana pada pasal 69 huruf C jo pasal 187 ayat 2,”terang Koordinator Divisi Hukum Penanganan Pelanggaran Sentra Gakkumdu Wakatobi, La Ode Januria via telepon, Rabu (04/11/2020).

Terkait alat bukti yang disodorkan Pelapor berupa bukti Vidio, kata Dia, hanya sebagai bagian dari memenuhi syarat materil untuk melangkah ketahap pembahasan kedua. 

“Alat bukti kemarin itu baik berupa video maupun keterangan saksi-saksi itu hanya untuk syarat materil untuk kami lakukan tahapan pembahasan selanjutnya, Apakah ini masuk sebagai Dugaan Pelanggaran Pidana khusus Black Champaign  dan ternya kesimpulannya tidak memenuhi unsur sehingga di hentikan.” katanya.

Lebih lanjut Januria mengungkapkan, keputusan itu merupakan hasil dari kesimpulan bersama melalui sidang sentra Gakkumdu dengan melibatkan unsur Bawaslu, Polisi dan Jaksa.  

Ditanya terkait ketidakhadiran terlapor selama ini, apakah itu tidak menjadi pertimbangan pihak Gakkumdu, Januria menjelaskan. Proses pemanggilan terhadap terlapor hanya untuk memastikan apakah Vidio yang disodorkan Pelapor itu benar atau tidak.

“Ketidakhadirannya berarti kami anggap diakui bahwa Vidio itu ada Namun tidak hadirnya terlapor itu bukan jadi halangan bagi kami personil Gakkumdu untuk melakukan pembahasan ke 2. Krn bukti, keterangan pelapor dan Saksi2 nya. Itulah yg kami jadikan sebagai bahan pada saat pembahasan ke-2,”pungkasnya.

 

Laporan ; Samidin

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA