oleh

ISLAM MENGUTUK TERORISME

Oleh : Reo Adi Syahputra, S.Si*

Tidak diragukan lagi bahwa terorisme di zaman ini telah menjadi isu besar yang menyibukkan semua orang sampai kepada jajaran pemerintahan. Sungguh tragis memang, aksi dan serangan pengecut yang banyak memakan korban manusia yang tidak berdosa, orang tua kehilangan anaknya, istri kehilangan suaminya. Ketahuilah bahwasannya Islam tidak mengajarkan terorisme bahkan mengutuk tindakan tersebut, sebagaimana yang termaktub dalam Al Qur’an dan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Apa itu Terorisme ?

Dalam Wikipedia disebutkan, “Teror atau terorisme selalu identik dengan kekerasan. Terorisme adalah puncak aksi kekerasan, terrorism is the apex of violence. Bisa saja kekerasan terjadi tanpa teror, tetapi tidak ada teror tanpa kekerasan”. Namun kalau dalam istilah media, terorisme lebih identik pada tindakan pembantaian yang menewaskan orang banyak. Sangat disayangkan ketika istilah ini lebih dialamatkan pada Islam dibanding ajaran atau agama lainnya.

Tindakan teror dalam bahasa Arab diistilahkan dengan kata irhab, bentuk mashdar dari kata ‘arhaba’, ‘yurhibu’, ‘irhaban’. Maksudnya adalah meneror atau menakut-nakuti orang lain.

Benarkah Ajaran Terorisme ?

Dalam hukum Islam, siapa saja yang melakukan teror dan menakut-nakuti orang lain, ia akan dikenakan hukuman yang berat. Mereka inilah yang disebut dengan orang berbuat kerusakan di muka bumi. Mereka akan dikenai hukuman yang berat supaya tindakan jahat tidak lagi berulang, juga untuk menjaga harta, darah dan kehormatan orang lain. Firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.” (QS. Al Maidah : 33).

Bahkan dalam Islam jika satu nyawa dibunuh tanpa alasan yang benar, berarti ia telah membunuh manusia seluruhnya. Allah Ta’ala berfirman, “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.” (QS. Al Maidah: 32). Dua ayat di atas menunjukkan bahwa meneror atau tindakan terorisme terlarang dalam Islam.

Bahkan sekadar candaan pun, meneror atau menakut-nakuti dilarang dalam Islam. Dari ‘Abdullah bin As Sa’ib bin Yazid, dari bapaknya, dari kakeknya, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh seorang dari kalian mengambil barang saudaranya, baik bercanda maupun serius.” (HR. Abu Daud). Dalam riwayat lain disebutkan, “Siapa yang mengambil tongkat saudaranya, hendaklah ia mengembalikannya” (HR. Abu Daud). Dalam hadits disebutkan bahwa yang diambil dan disembunyikan adalah sebuah tongkat. Barang tersebut dianggap sebagai barang yang tafih (sepele atau bukan sesuatu yang amat berharga). Namun jika menyembunyikan yang sepele seperti ini saja tidak boleh walau bercanda, apalagi yang lebih berharga dari itu (penjelasan dalam Tuhfatul Ahwadzi, 6: 380).

Meneror atau menakut-nakuti orang lain itu termasuk berbuat dosa. Pernah di antara sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan bersama beliau, lalu ada seseorang di antara mereka yang tertidur dan sebagian mereka menuju tali yang dimiliki orang tersebut dan mengambilnya. Lalu orang yang punya tali tersebut khawatir (takut). Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain.” (HR. Abu Daud). Al Munawi menyatakan bahwa jika dilakukan dengan bercanda tetap terlarang karena seperti itu menyakiti orang lain.

Islam Mengajarkan Kasih Sayang

Ketahuilah bahwa Islam adalah ajaran yang mengajarkan kasih sayang dan menunjuki pada keselamatan. Abu Hurairah menceritakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mencium Al Hasan bin ‘Ali (cucu beliau). Ketika itu ada Al Aqra’ bin Habis At Tamimi sedang duduk. Al Aqra’ berkata bahwa ia memiliki sepuluh anak, namun ia tidak pernah mencium salah seorang di antara mereka sedikit pun. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan padanya, “Siapa yang tidak menyayangi, maka ia tidak disayangi.” (HR. Bukhari Muslim).

Islam mengajarkan kelembutan dan itu tanda kasih sayang. Dari ‘Aisyah radhiyallahu anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya sikap lemah lembut tidak akan berada pada sesuatu melainkan ia akan menghiasinya (dengan kebaikan). Sebaliknya, jika lemah lembut itu dicabut dari sesuatu, melainkan ia akan membuatnya menjadi buruk.” (HR. Muslim).

Gelar Teroris Berasal dari Musuh Allah Ta’ala

Seorang ulama bernama Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah berkata, “Orang-orang kafir sejak dahulu telah memerangi kaum muslimin. Mereka yang selalu memberikan gelaran yang tidak baik para orang Islam, supaya orang-orang menjauh dari Islam. Sebagaimana yang Allah sebutkan, “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.” (QS. At Taubah: 32).

Orang kafirlah yang menggelari orang Islam dengan teroris, segala sifat jelek disematkan pada orang Islam. Padahal sebenarnya itu bukan ajaran Islam, namun ajaran dan karakteristik orang kafir. Adapun jika ada orang Islam yang keliru atas dasar kejahilan atau niatan yang jelek, maka perbuatan mereka tak disandarkan pada ajaran Islam karena Islam melarang tindakan tersebut dan hanya kelakukan perorangan. Orang muslim bisa jadi juga salah. Yang bisa kita anggap selamat dari kesalahan adalah hanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Contoh Fakta Tindakan Terorisme

Ulama sekaligus Tokoh Islam, Dr. Zakir Naik hafizhahullah yang telah membahaskan “Adakah keganasan didalangi orang Islam atau Ahli Politik ?” Dalam sesi pembahasan tersebut, beliau menyebutkan 6 orang pembunuh yang kejam dalam sejarah.

Hitler (Jerman), Membunuh jutaan orang Yahudi.Joseph Stalin called as Uncle Joe (Rusia), Membunuh 20 juta orang.Mao Tse Tsung (China), Membunuh sehingga 14 atau 20 juta orang.Benito Mussolini (Italy), Membunuh 400 ribu orang.Ashoka In Kalinga Battle, Membunuh 100 ribu manusia.Embargo yang ditempatkan George Bush di Iraq, Setengah juta kanak-kanak telah dibunuh.

Adakah keenam-enam orang tokoh di atas Muslim? Adakah media menyebutkan mereka sebagai pelaku terorisme?

Kemudian dalam tragedi di beberapa Negara yang lain.

Rohingnya, Peghapusan etnik oleh golongan anti Muslim dari kalangan Buddha.Syria, Pembunuhan rakyat Sunni di bunuh oleh pemerintah Syiah.Palestin, Penindasan dan pengusiran dari Pihak Zionis Israel.

Adakah pelaku tragedi di atas Muslim? Adakah media menyebutkan pelaku dari tragedi tersebut sebagai pelaku terorisme ?

Adakah anda masih fikir Islam bermasalah ?

Perang Dunia Pertama, 17 juta mati. Disebabkan oleh bukan Islam.Perang Dunia Kedua 50 sampai 55 juta mati. Disebabkan oleh bukan Islam.Sejarah pengeboman bom Atom Nagasaki 200 ribu orang mati. Disebabkan oleh bukan Islam.Perang Vietnam 5 juta mati. Disebabkan oleh bukan Islam.Perang Bosnia lebih 500 ribu orang mati. Dsebabkan oleh bukan Islam.Perang Iraq, 12 juta orang mati. Disebabkan oleh bukan Islam.Combodia, 3 juta mati. Disebabkan oleh bukan Islam.

Adakah media menyebutkan mereka sebagai pelaku terorisme?

Wahai Rabbi persatukanlah hati-hati kami dan perbaikilah keadaan kami dan tunjukilah kami jalan-jalan keselamatan serta entaskanlah kami dari kegelapan menuju cahaya yang terang. Semoga bermanfaat. Wallahu ‘alam.

  • Penulis Adalah Kepala SMAS Ibnu Abbas Muna, Ketua PD Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia Kab. Muna, Ketua Remas An Nur Laiworu 2008-2010

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA