oleh

Jalan Tomia Akan Dipermulus, Tim PHJD Sudah Terjun Sosialisasi Perdana

Wakatobi,Harapansultra.com | Pembangunan Program Hibah Jalan Daerah (PHJD) kini bakal masuk tahun ke tiga di Wakatobi pada 2021 nanti. Setelah menuntaskan pulau Wangi-wangi, program untuk mempermulus jalan raya ini mulai disosialisasikan di pulau Tomia. Selanjutnya, jika tidak ada kendala, mega proyek ini akan berlangsung di pulau Tomia pada tahun 2021 mendatang.

Tahap perdana sosialisasi di gedung pemuda Onemai, pemerintah kabupaten Wakatobi, melalui dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta tim dari PHJD, Kamis (22/10/2020), memperkenalkan kepada masyarakat terkait Asphal Mixing Plant (AMP) yang akan dibangun di desa Waetii Barat.

Kepala Dinas PUPR Wakatobi, Kamaruddin mengungkapkan, untuk sekarang AMPnya masih dalam tahap pembuatan analis mengenai dampak lingkungan. Sedangkan untuk pembebasan lahan, kata Dia, tidak ada lagi kendala.

“Pembangunan AMP saja ini butuhkan anggaran sekitar 4 milyar tapi kalau ini sudah terbangun, maka Binongko juga sudah akan mudah masuk aspal Hotmix. Caranya, material nanti sudah akan diangkut menggunakan kapal Fery,”ungkapnya.

Dinas PUPR Wakatobi dan Tim PHJD Saat Melaksanakan Rapat Bersama Tokoh Masyarakat

Seperti halnya anggaran yang digelontorkan di pulau Wangi-wangi. Di Tomia, pembangunan jalan hibah juga menelan anggaran hingga puluhan milyar mencapai 31 Milyar dengan panjang ruas jalan mencapai 16,3 Kilometer. Dana yang dipakai dalam proses pembangunan jalan, untuk sementara dibebankan melalui APBD.

“Jadi kami berharap, program ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Sebab, jika tidak anggaran ini akan sulit kita dapatkan. Pada prosesnya saja, jika pembangunan tidak sesuai dengan spek yang sudah ditentukan maka anggaran yang diberikan ke kita bisa berkurang,”jelasnya.

Kamaruddin melanjutkan, karena PHJD ini merupakan program penunjang pariwisata maka yang musti diutamakan adalah aksesibilitas pariwisata. Sehingga wajib kata Dia, jalur yang akan diperbaiki harus terhubung dengan tempat-tempat pariwisata, bandara serta dermaga.

“Selain itu, di Tomia ini keterlibatan masyarakat dalam dunia pariwisata sudah ada. Terbukti dengan sudah banyak homestay yang tersedia disini, dan yang paling penting agar wisatawan bisa nyaman,”katanya.

Secara teknis, kepala bidang Binamarga PUPR Wakatobi, Munafar memaparkan, jalur pembangunan jalan hibah di Tomia ini mulai dari usuku menuju Dete-Kulati dan Usuku menuju Bandara serta Bandara menuju Waetii-Onemai. 

“Program ini tidak ada pembukaan jalan baru. Hanya Rehabilitasi, Peningkatan, Pemeliharaan berkala, Backlog and Minor, Holding Treatment, serta pemeliharaan berkala. Dan juga tidak ada pelebaran, secara keseluruhan lebar jalan adalah 6 meter. 1 meter untuk masing-masing bahu jalan dan 4 meter untuk jalan utama,”jelasnya.

 

Laporan ; Samidin

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA