
Bombana.HarapanSultra.COM | – Kabupaten Bombana sukses mencuri perhatian publik pada ajang Sultra Tenun Karnaval 2024, yang digelar di Kota Kendari. Dengan mengusung tema “Kampiri”, rombongan Bombana tampil memukau dan berhasil meraih penghargaan bergengsi kategori Best Koreografer, berkat arahan kreatif Dr. Sukrin Suhardi, M.Pd.
Penghargaan ini diterima langsung oleh Drs. Hasdin Ratta, M.Si, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bombana, yang hadir mewakili pemerintah daerah. Sebuah pencapaian yang tidak hanya menunjukkan keunggulan kreativitas Bombana tetapi juga memperkuat posisi daerah ini sebagai salah satu pusat seni dan budaya di Sulawesi Tenggara.
Sultra Tenun Karnaval 2024 menjadi panggung sempurna untuk memperkenalkan kekayaan tenun tradisional Bombana. Dengan tema “Kampiri”, koleksi yang ditampilkan menggambarkan nilai-nilai luhur masyarakat Bombana melalui ornamen seperti:
•Tanduk Rumah, simbol kemakmuran.
•Ukiran Gagang Parang, lambang kerja keras.

•Ukiran Tombak, melambangkan keberanian dan kepatriotan.
•Motif Daun dan Tumbuhan, yang mencerminkan keramahan masyarakat Bombana.
Setiap motif dirancang dengan detail yang mencerminkan filosofi suku Moronene, berpadu indah dalam balutan warna-warni kain tenun tradisional. Tak heran, rombongan Bombana berhasil mencuri perhatian dewan juri dan penonton dengan harmoni seni tradisional dan sentuhan modern dalam setiap gerakan koreografinya.
Menurut Ibu Sarwana Amir, SP., M.Si, Sekretaris Dekranasda Bombana yang hadir mewakili Ketua Dekranasda, keberhasilan ini adalah bentuk apresiasi terhadap para pengrajin lokal yang telah bekerja keras menghasilkan karya berkualitas tinggi. “Kami bangga dapat membawa warisan budaya ini ke panggung yang lebih luas. Semoga ini menjadi langkah awal bagi Bombana untuk semakin dikenal di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kompetisi, partisipasi Bombana di ajang ini juga menjadi bagian dari strategi mempromosikan potensi wisata daerah. Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bombana, Ibu Anisa Sri Prihatin, S.Sos., M.Si, menyampaikan bahwa seni tenun Bombana adalah salah satu kekayaan budaya yang dapat menjadi daya tarik wisata unggulan.
“Kami ingin menjadikan Bombana sebagai destinasi wisata budaya yang berdaya saing. Tenun, dengan segala keindahan dan filosofinya, adalah warisan yang tak ternilai dan memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan dari berbagai daerah,” ungkapnya.
Selain tenun, Bombana memiliki beragam daya tarik wisata, mulai dari keindahan alam, keragaman kuliner, hingga keramahan penduduknya. Semua ini menjadi bagian dari paket lengkap yang ditawarkan Bombana kepada para wisatawan.
Keberhasilan Bombana di Sultra Tenun Karnaval 2024 juga menjadi momentum untuk terus mendukung para pengrajin lokal agar semakin berkembang. Pemerintah daerah melalui Dekranasda dan Dinas Pariwisata berkomitmen untuk memberikan pelatihan, promosi, dan akses pasar yang lebih luas bagi para pengrajin.
“Melalui penghargaan ini, kami ingin menguatkan identitas budaya Bombana sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Tenun bukan hanya seni, tetapi juga warisan yang dapat memberikan manfaat besar bagi generasi mendatang,” tutur Drs. Hasdin Ratta, M.Si.
Sebagai destinasi wisata yang tengah berkembang, Bombana mengundang semua kalangan untuk menjelajahi keindahan seni dan budaya lokalnya. Mulai dari menikmati proses pembuatan tenun hingga mengeksplorasi keindahan alamnya, Bombana menawarkan pengalaman yang tidak akan terlupakan.
Prestasi di Sultra Tenun Karnaval 2024 hanyalah awal dari perjalanan panjang Bombana untuk menjadi salah satu ikon budaya Sulawesi Tenggara. Inilah saatnya mendukung warisan budaya lokal dan mengenal lebih dekat Kabupaten Bombana, tempat keindahan seni dan tradisi hidup berdampingan dengan kemajuan zaman.
Untuk informasi lebih lanjut tentang potensi wisata dan seni tenun Bombana, kunjungi Dinas Pariwisata Kabupaten Bombana atau ikuti akun media sosial resmi pemerintah daerah. Jadikan Bombana tujuan wisata budaya Anda berikutnya!







