oleh

Keluarga Besar Wakatobi di Kota Baubau Dukung “HALO”

-Harapan-11.905views

Wakatobi, Harapansultra.com | Bertemu dengam puluhan masyarakat dari Keluarga besar Wakatobi di kota Baubau, Minggu (13/9/2020), Arhawi dan Hardin La Omo (HALO) mendapatkan dukungan politik.

Silaturahmi tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh yakni mantan ketua DPRD Wakatobi, Andi Hasan, Mantan Kepala dinas Sosial Mansyur Putu, Ketua DPRD kota Baubau, Zahari, Wakil Ketua DPRD kota Baubau Nasiru dan sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda dari empat pulau seWakatobi.

Andi Hasan dalam sambutannya mengatakan, masyarakat Wakatobi yang sedang berada di perantauan terkhusus di Baubau tidak akan membiarkan Arhawi dan Hardin La Omo Berjuang sendirian dalam Pilkada mendatang.

“Kita akan mengikrarkan dan mendoakan serta memperjuangkan Arhawi dan Hardin La Omo dengan menghubungi keluarga kita di Wakatobi teman-teman kita untuk kita bersama-sama dukung pasangan ini,”Ucap mantan Ketua DPR Wakatobi, Andi Hasan asal pulau Binongko.

Gambar Saat Kegiatan Silaturahmi Berlangsung

Senada dengan itu, tokoh dari Tomia Mansyur Putu mengatakan, terlepas dari isu negatif yang banyak beredar di media sosial. Ia mengakui, pembangunan Wakatobi di masa Arhawi sedang berjalan secara sistematis. Untuk itu, wajib kata Dia untuk memilih Arhawi dan Hardin La Omo.

“Saya mengerti betul apa yang Bapak lakukan bahwa kita harus mempercantik dulu wanci sebagai ibukota karena selama kita di ibukota kalau ada tamu, yang akan menjadi di titik pertama pintu masuk adalah pulau wangi-wangi,”ucap mantan Kepala Dinas Sosial Wakatobi era Hugua tersebut.

Memperoleh dukungan dari masyarakat Wakatobi di negeri seribu benteng tersebut, dalam kesempatan itu Arhawi mengucapkan banyak terima kasih. Agenda Silaturahmi ini menurutnya sudah lama diagendakan namun akibat kesibukan, baru kali ini Ia dapat bertatap muka dengan masyarakat Wakatobi terkhusus di kota Baubau.

Dikesempatan itu juga Arhawi menepis sejumlah isu yang ditujukan kepada dirinya. Ia mengatakan, masyarakat Wakatobi mesti cerdas mercerna isu yang berkembang sehingga tidak muda terhasut oleh isu yang menyesatkan.

“Saling fitnah dan menjelek-jelekkan bukan budaya Wakatobi. Kita memiliki kearifan lokal dan salah satu kerifan lokal itu adalah mengucapkan tutur kata yang baik dan tidak menyebar fitnah,”harapnya.

Laporan ; Samidin

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA