Wakatobi, Harapansultra.com | Koalisi Parlemen Jalanan (KPJ) resmi melaporkan tindakan represif dari sejumlah pria yang diduga preman saat melakukan aksi unjuk Rabu 23 Maret Kemarin.

Demo Bupati Wakatobi, Haliana terkait dukungan KASN atas klarifikasi pelanggaran Sistem Merit di Kabupaten Wakatobi tersebut dibubarkan paksa oleh sekelompok pria kekar dan mengancam para demonstran.

Tindakan tersebut dipolisikan oleh Emen Lahuda bersama kawan-kawannya di Polres Wakatobi dengan aduan tindakan premanisme yang dilakukan sekelompok pria untuk membubarkan massa aksi. 

Dimana salah satu korban yang merupakan aktivitis dan orator aksi, Hendri Madjid mengalami luka-luka di bagian tangan akibat menghindari dari kejaran preman.

Emen Lahuda menuturkan kejadian itu membuat nama pemerintahan Wakatobi menjadi buruk. Menurutnya, aksi demonstrasi diatur dalam perundang-undangan dimana setiap orang berhak menyampaikan aspirasi. 

”Namun kenyataannya saat demonstrasi, KPJ mengalami tindakan kesewenang-wenangan dari para preman yang diduga bagian dari lingkaran Bupati Wakatobi, Haliana,”tuturnya, Kamis (24/3/202).

Ia menila akibat kejadian tersebut, membuat dunia demokrasi di Wakatobi tercoreng. 

“Dengan ini kami berharap, agar pihak kepolisian segera mengusut tuntas para preman ini,” jelasnya.

Tak hanya melaporkan tindakan represif yang dilakukan, namun adapula kalimat bernada ancaman yang dilontarkan oleh para preman. 

“Mereka sambil menunjuk-nunjuk mengancam akan membunuh kami,”pungkasnya.(**)