Bombana, Harapansultra.com – Impian masyarakat Dusun Lemboea I, Desa Rompu-Rompu, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, untuk memiliki akses penyeberangan yang lebih aman semakin mendekati kenyataan. Pada Senin (6/7/2026), personel Kodim 1431/Bombana bersama warga kembali melanjutkan pembangunan Jembatan Gantung Garuda Merah Putih dengan melaksanakan pengecoran tiang tepi di sisi seberang Sungai Poleang.

Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membangun fasilitas yang akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan warga. Sejak pagi hari, personel TNI dan masyarakat bahu-membahu mengangkut material, menyiapkan adukan beton, hingga menyelesaikan proses pengecoran dengan penuh semangat kebersamaan.

Babinsa Desa Rompu-Rompu, Serka Aliasri, mengatakan bahwa pembangunan jembatan ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi juga memperkuat budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Menurutnya, keterlibatan warga dalam setiap tahapan pekerjaan menunjukkan tingginya kepedulian terhadap pembangunan di desa mereka.

“Jembatan ini nantinya akan menjadi urat nadi yang mempermudah mobilitas masyarakat. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga menjadi kekuatan utama sehingga proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar. Kami berharap jembatan ini segera rampung dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat,” ujar Serka Aliasri.

Sementara itu, Kepala Dusun Lemboea I, Ismail, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada jajaran Kodim 1431/Bombana yang terus mendampingi pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, kehadiran TNI telah membangkitkan semangat masyarakat untuk terus bergotong royong demi mewujudkan harapan bersama.

“Kami sangat bersyukur atas kepedulian TNI yang selalu hadir bersama masyarakat. Jembatan ini sudah lama kami impikan karena akan memudahkan akses warga, dalam mengangkut Hasil Panen baik pertanian maupun perkebunan. Semoga pekerjaan ini berjalan lancar hingga selesai dan menjadi manfaat bagi generasi yang akan datang,” Pungkas Ismail.