oleh

Masih Beraktivitas, Forsemesta Sultra Minta Polri Tangkap Dirut Perusahaan Tambang Di Konut

Read Offline:

Jakarta – Forum Mahasiswa Pemerhati Investasi Pertambangan (FORSEMESTA) Sulawesi Tenggara menggelar Aksi Unjuk Rasa Di Mabes Polri terkait mandegnya pengusutan kasus aktivitas Pertambangan PT. Wanagon Anoa Indonesia di Bareskrim Mabes Polri dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Selasa (5/11/2019).

Koordinator Presidium Forsemesta Sultra, Muhamad Ikram Pelesa Menyesalkan
Mandegnya kasus PT. Wanagon Anoa Indonesia (WAI), hingga mengakibatkan pembiaran atas dugaan aktivitas ilegal perusahaan tersebut, bahkan menurutnya Perusahaan itu kembali melakukan pelanggaran lainnya berdasarkan surat teguran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Konawe Utara Melalui Surat Teguran Kepada PT Wanagon Anoa Indonesia Dengan Nomor : 66.1/1/045a Tertanggal 18 September 2019, dalam surat tersebut menyebutkan ada 7 (Tujuh) Pelanggaran yang dilakukan oleh Perusahaan itu yang beroperasi didesa Mandiodo Kecamata Molawe Kabupaten Konawe Utara.

“Kok bisa mandeg, padahal nampak jelas pelanggarannya. Akibatnya ini terkesan ada pembiaran atas dugaan aktivitas ilegal perusahaan tersebut, belum lagi temuan pelanggaran yang dilakukan oleh PT. WAI, itu disampaikan oleh DLH Konut bulan sembilan kemarin, beberapa pelanggaran diantaranya Belum memiliki Izin TPS LB3 dan izin pembuangan limbah Cair (IPLC). Adanya penampungan Ore Nickel dipinggir pelabuhan, kemudian jatuh kelaut, hingga mengakibatkan air laut menjadi keruh disektitar pelabuhan (Jetty). Tidak melakukan penyiraman jalan tambang. dan Tidak Melakukan Pelaporan UKL – UPL secara berkala” Bebernya

Saat menerima masa aksi Kabag Anev RO PID, Kombes Pol. Drs. Sugeng H.S, mengatakan bahwa kasus PT. Wanagon Anoa Indonesia (WAI) masih berada di Bareskrim Mabes Polri, ia berjanji akan segera menyampaikan apa yang menjadi tuntutan Forsemesta Sultra. Karena ditemukan adanya bukti baru dalam kasus PT. WAI, maka pihaknya kembali menerbitkan surat tanda terima laporan Forsemesta dengan Nomor : 20/IX/2019/BAG ANEV sebagai tambahan alat bukti baru.

Mahasiswa Pascasarjana Trisakti ini mengatakan bahwa pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan tersebut harus ditindak tegas, ia meminta kepada kapolri untuk segera menangkap direktur PT. Wanagon Anoa Indonesia (WAI) Karena sengaja melakukan perbuatan melawan hukum

“Dari Semua Pelanggarannya sangat layak bagi KESDM RI bersama KLHK RI untuk membehentikan dan mencabut izin PT. WAI, kami meminta pak kapolri untuk segera menangkap direktur PT. Wanagon Anoa Indonesia (WAI) Karena sengaja melakukan perbuatan melawan hukum” Tutupnya

Sebelumnya Forsemesta telah menerima surat perkembangan kasus PT. Wanagon Anoa Indonesi dengan Nomor : B/322/II/RES.7.4/2019/Divhumas yang ditanda tangani oleh Karo PID Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Drs. F. FJ. Mirah tertanggal 28 Februari 2019. Namun hingga saat ini pihaknya tidak lagi mendapatkan informasi, sementara itu PT. Wanagon masih manjalankan aktivitasnya seperti biasa tanpa menghiraukan pelanggaran yang telah dilakukannya.

Pewarta : Hir.

Sumber : Rilis Forsemesta Sultra.

Read Offline:

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA