oleh

Pasca pemilihan ketua, STAI YPIQ menuai pro dan kontra

-Harapan-1356 views
Read Offline:

Baubau, Harapansultra.com | Proses pemilihan ketua STAI YPIQ Baubau yang berlarut-larut kini menuai pro dan kontra. Kamis, 31/10/19.

Menyikapi sikap mahasiswa yang silih berganti pro dan kontra melakukan aksi sehingga menggangu proses belajar mengajar, salah satu akademisi STAI yang juga merupakan praktisi hukum muda kota Baubau, Agussalim angkat bicara.

Agussalim berharap mahasiswa tidak merasa terganggu atau terpengaruh dengan mahasiswa lainnya yang melakukan aksi unjuk rasa ataupun merasa gerah terhadap isu-isu yang diangkat dalam menyampaikan pendapat.

“Inilah bentuk demokrasi dalam kampus, warna-warni dalam proses pemilihan ketua dalam suatu perguruan tinggi, tetapi proses itu mestinya tidak mengganggu proses perkuliahan baik belajar mengajar maupun skripsi dan wisuda. Saya berharap mahasiswa lebih bijak dalam bersikap dan menyampaikan pendapat pada aksi unjuk rasanya yang dilakukan, terlebih tidak boleh menyerang pribadi. Mahasiswa cerdas bukan mahasiswa yang berhasil menyerang individu tapi individunya mampu menyelesaikan permasalahan dengan menawarkan solusi,”tutur agussalim.

Agus melanjutkan, semua yang bertarung dalam pemilihan ketua adalah pimpinan yang cerdas dan memiliki jiwa sepenuhnya untuk STAI YPIQ Baubau jadi tidak ada alasan untuk kita berfikir buruk kepada semua senior dan orang tua kita di kampus. kita harus menghormati kesemuanya. Perbedaan yang lahir bukan karena kepribadiannya tapi tentang prosedural pemilihan ketua STAI YPIQ Baubau.

Agussalim meyakini, isu perkuliahan macet di STAI YPIQ Baubau akan tetap menjadi tanggung jawab civitas akademik serta dosen tetap STAI.

“Saya meyakini teman-teman struktural maupun dosen tetap akan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya yang telah di amanahkan oleh kampus. teman-teman struktural, dosen dan mahasiswa memahami ada wilayah berbeda yang disatukan tapi tidak boleh di campuradukan antara memajukan ketua dan memajukan kampus,”ucap praktisi hukum itu.

Saat di mintai mekanisme penyelesaian polemik yang terjadi, agussalim menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada pimpinan yayasan STAI Baubau sebagai pemilik kewenangan.

“Kami menyerahkan sepenuhnya kepada yayasan karena Yayasan sebagai badan penyelenggara yang menyelenggarakan otonomi STAI YPIQ Baubau, yang memiliki kewenangan untuk memberikan pertimbangan terhadap segala aktivitas di kampus,”tutup agussalim.

Laporan : Muh. Alwi

Read Offline:

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA