oleh

Pemda Klaim Lebih Dari 80% Wakatobi Telah Tersetrum Listrik

-Harapan-1150 views
Read Offline:

Wakatobi, HarapanSultra.COM | Pemerintah Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara melalui dinas Pekerjaan Umum (PU) mengklaim lebih dari 80% wilayah Wakatobi telah dialiri Listrik. Demikian disampaikan kepala dinas PU, Kamaruddin saat menggelar konferensi pers di kantor bupati, Senin, (28/10/2019).

Kamaruddin menyebut, Pemerintah kabupaten Wakatobi sejak tahun 2017 telah melakukan berbagai upaya untuk menghidupkan listrik 24 jam diseantero wilayah Wakatobi. Hal itu dibuktikan dengan langkah pemerintah mengadakan MoU dengan pihak PLN Makassar. Hasil dari MoU tersebut kemudian mendorong Pemda melahirkan bantuan Genset ke pihak PLN sebanyak 2 unit ke pulau Tomia, 2 unit ke pulau Kaledupa dan 2 unit ke pulau Binongko.

Pada prosesnya, akhirnya Genset dua pulau yakni Kaledupa dan Tomia dibatalkan. Alasan dari pihak PLN bahwa Genset dari dua pulau tersebut akan diadakan oleh PLN sendiri melalui APBN.

“Kepala PLN Wangi-wangi mengahadap ke saya bahwa Tomia dan Keledupa itu tidak perlu lagi ada pengadaan karena sudah dianggarkan pemerintah pusat, sehingga saat itu ditiadakan tinggal Binongko,”jelasnya.

Meski demikian kata dia, upaya pemerintah daerah tidak berhenti sampai disitu. Pada bulan mei 2017 pemda mengirim surat kepada kementerian ESDM untuk menangani masalah listrik di Wakatobi. Balasan kementerian ESDM langsung ditujukan kepada PLN dan hasilnya kini listrik pulau Tomia sudah bisa hidup 24 jam.

“Kenapa Tomia didahulukan karena Tomia itu ditopang tanaga surya. Kaledupa kami sudah berupaya tapi yang namanya BUMN kita masih terkendala masalah infrastrukturnya. Selain itu karena ini adalah perusahaan negara maka akan dilihat juga berapa jumlah pelanggan,”sambung Kamaruddin

Selain itu, melalui APBD pada tahun 2017 pemda Wakatobi telah menyuplai anggaran sebanyak 750 juta membantu persoalan listrik dan pada tahun 2019 anggaran itu ditambah sebanyak 3 milyar lebih hingga totalnya mencapai 4 milyar.

Kendati demikian, usaha pemerintah daerah membantu persoalan listrik di pulau Kaledupa dan Binongko tidak serta merta berjalan mulus sesuai dengan yang dinginkan. Kamaruddin mengakui, kapasitas tangki yang dimiliki PLN di dua pulau ini belum bisa menampung bahan bakar untuk kebutuhan selama sebulan sehingga setiap harinya listrik hanya bisa hidup selama 12 jam. Jika mau ditambahkan 12 jam lagi Maka harus ada satu tangki lagi dengan kapasitas penampungan yang sama.

“Meskipun ada dua genset yang ada di kaledupa tapi baru satu yang bisa beroperasi. Hanya kaledupa ini jaringannya masih terbatas. Kan masih banyak, Sombano belum ada, Sama Bahari belum ada. Untuk binongko harusnya ada instalasi kembali karena mesin kita itu besar,”pungkasnya.

Laporan ; Samidin

Read Offline:

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA