oleh

Peringati HPSN, Ini Langkah Jitu Pemda Wakatobi Kurangi Sampah Plastik

-Harapan-11.083views
Alimazi bersama Arhawi dan beberapa kepala daerah kabupaten/ Kota di Sulawesi tenggara.

Wakatobi,HarapanSultra.COM | Dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional atau HPSN, Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara melalui Bupatinya H. Arhawi, SE membeberkan langkah jitu untuk mengurangi sampah plastik, Minggu (10/02/2019).

Ungkapan Arhawi disampaikan melalui kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional yang digelar di baipas Marina dengan tema mengola sampah untuk hidup sehat dan bernilai.

Arhawi mengatakan pemerintah kabupaten Wakatobi telah membuat paraturan bupati yang mengintruksikan kepada seluruh kantor, seluruh masyarakat agar pengendalian sampah menjadi hal yang penting.

Selain itu, dalam sambutannya Orang nomor satu Wakatobi tersebut mengatakan untuk menyongsong Wakatobi bebas sampah maka masyarakat wakatobi harus menggunakan metode Reduce yaitu mengurangi sampah dalam arti tidak membiarkan tumpukan sampah yang berlebihan, Reuse yaitu menggunakan kembali sisa sampah yang bisa digunakan serta Recycle mendaur ulang.

Bukan tanpa alasan, mengurangi penggunaan sampah ini diakibatkan dampak dari sampah sendiri sudah cukup meresahkan dan mengganggu manusia dan makhluk lainnya. Data dinas lingkungan hidup kabupaten Wakatobi menunjukan bahwa volume timbulnya sampah Wangi-wangi pada tahum 2018 sebanyak 23.580 meterkubik dengan perbandingan sampah organik sebanyak 12.497 meterkubik dan non organik sebanyak 11.083 meterkubik dimana volume pengurangan baru mencapai sebesar 2.122 meterkubik.

“Walaupaun plastik baru ada pada tahun 60 atau 70an tahun yang lalu namun sampah plastik mampu mendominasi kehidupan manusia saat ini. ada 6,3 milyar ton sampah plastik di bumi. jumlah tersebut mengindikasikan bahwa pengolaan sampah menjadi sasaran utama dalam pembangunan global saat ini,”terang Arhawi

Dalam kesempatan tersebut juga, Arhawi menepis isu yang beredar bahwa ikan paus mati akibat memakan sampah di laut Wakatobi.

“memang pada tahun 2018 telah terjadi matinya ikan paus di kabupaten wakatobi yang telah menjadi isu nasional dan bahkan internasional namun saya ingin sampaikan bahwa matinya ikan paus bukan mati karena makan sampah di wakatobi tapi justru paus tersebut datang berlindung karena laut wakatobi masih sangat bersih dan jernih,”tepisnya.

Dalam Kesempatan itu turut hadir Gubernur Sulawesi Tenggara Alimazi, SH dan Beberapa Perwakilan kepala daerah kabupaten kota se Sultra.

Dalam sambutannya Alimazi berharap agar seluruh kabupaten kota dapat membuat regulasi maupun intruksi agar penggunaan sampah plastik dapat dikurang dan dikelola agar bernilai ekonomis.

“Sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara, saya tegaskan perlunya tindakan nyata pemerintah daerah kabupaten dan kota sesultra untuk membuat suatu regulasi atau intruksi untuk mengelola dan membatasi penggunaan sampah plastik, mengurangi penimbunan sampah plastik, dan mencegah terjadinya mikro sampah plastik utama dialiran sungai, dilaut dan didalam tanah,”harapnya.

Laporan : Midin

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA