Bombana, Harapansultra.com – Semangat Ramadan terasa berbeda di Pasar Sentral Todoha Mappacing, Desa Tapuahui, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Jum’at, (20/02/2026). Di tengah denyut aktivitas jual beli dan hari kedua puasa, personel Makodim 1431/Bombana bersama Koramil 1431-01/Rumbia menggelar karya bakti sebagai tindak lanjut perintah Presiden Republik Indonesia menuju Indonesia Bebas Sampah.

Kegiatan ini menyasar titik-titik penumpukan sampah di lorong pasar, sekitar lapak pedagang, hingga area drainase. Dengan peralatan sederhana, para personel bahu-membahu membersihkan sampah yang setiap hari dihasilkan dari aktivitas perdagangan masyarakat.

Sebelum kegiatan dimulai, Kapten Inf Mustapa memberikan arahan kepada anggotanya. Ia membuka dengan pesan penuh makna di bulan suci.

“Saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Hari ini adalah puasa hari kedua, semoga puasa kita diterima di sisi Allah SWT dan mendapatkan pahala,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kerja bakti tersebut merupakan bagian dari komitmen mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga kebersihan fasilitas umum.

“Hari ini kita melaksanakan kerja bakti untuk menindaklanjuti perintah Bapak Presiden Republik Indonesia guna melakukan pembersihan di fasilitas umum, salah satunya pasar ini,” tegasnya.

Meski tidak melibatkan instansi lain, Danramil meminta seluruh personel tetap bekerja dengan penuh tanggung jawab.

“Walaupun tidak ada instansi lain hari ini, kita tetap semangat dan kita kerjakan dengan ikhlas agar bernilai ibadah,” katanya memberi motivasi.

Melalui karya bakti ini, pembersihan dilakukan secara langsung sekaligus menjadi sarana edukasi bagi pedagang dan pengunjung agar lebih peduli terhadap kebersihan pasar. Langkah ini juga mendukung kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan sampah secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah atau petugas kebersihan semata, melainkan tanggung jawab bersama. Di bulan Ramadan yang penuh berkah, aksi sederhana ini menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan seiring dengan ibadah.