Bombana, Harapansultra.COM |– Pemerintah Kabupaten Bombana menunjukkan progres signifikan dalam pengelolaan fiskal daerah. Hal ini terungkap dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pencapaian Laporan Realisasi Fisik Tahun Anggaran 2025 (Triwulan III) serta Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Monev yang dipimpin langsung oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, didampingi Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, dan Pj. Sekda Ir. Syahrun, ST., M.P.W.K, ini digelar di Ruang Rapat Measa Laro, pada Selasa (7/10/2025).

Pertemuan evaluasi yang dihadiri oleh seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta pejabat pengelola keuangan dan operator pelaporan pembangunan ini menjadi forum krusial untuk mengukur capaian pembangunan dan serapan anggaran hingga akhir triwulan ketiga.

Bupati Burhanuddin dalam arahannya menekankan bahwa Monev bukan sekadar rutinitas, melainkan instrumen penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas anggaran. Setiap OPD diberi kesempatan untuk memaparkan laporan realisasi fisiknya, mengidentifikasi kendala, dan mencari solusi cepat agar sisa waktu anggaran dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Laporan realisasi ini penting untuk melihat sejauh mana pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran di masing-masing perangkat daerah. Evaluasi ini juga menjadi bahan perbaikan untuk memastikan pelaksanaan program di sisa tahun anggaran dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” ujar Bupati.

Ia menambahkan, setiap rupiah anggaran daerah harus dipastikan memberi dampak nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Bombana. Kegagalan dalam menyerap anggaran secara maksimal atau program yang tidak tepat sasaran dapat menghambat laju pembangunan daerah secara keseluruhan.

Bupati juga mendorong OPD yang realisasi fisiknya masih rendah untuk segera melakukan akselerasi, khususnya pada program-program prioritas yang bersentuhan langsung dengan kepentingan publik, seperti pembangunan infrastruktur dasar, kesehatan, dan pendidikan.

Salah satu capaian yang menonjol dari hasil rekapitulasi Monev Triwulan III adalah realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bombana. Data menunjukkan bahwa realisasi PAD telah mencapai angka Rp69,6 miliar dari target yang ditetapkan sebesar Rp75,5 miliar, atau setara dengan 92,18 persen.

Capaian yang melampaui 90 persen di triwulan ketiga ini mengindikasikan kinerja Pemkab Bombana yang sangat baik dalam mengelola potensi sumber pendapatan daerah. Pemerintah daerah menyatakan optimismenya mampu mencapai, bahkan melampaui, target total realisasi PAD di akhir tahun anggaran.

Wakil Bupati Ahmad Yani, yang turut memantau kinerja PAD, menjelaskan bahwa tingginya realisasi ini merupakan buah dari langkah-langkah strategis yang telah diimplementasikan secara terstruktur.

“Kami terus melakukan peningkatan kepatuhan wajib pajak, optimalisasi potensi pendapatan dari sektor-sektor unggulan daerah, serta perbaikan sistem pelaporan dan penatausahaan keuangan di setiap OPD,” jelas Wakil Bupati.

Penguatan sistem online dalam pembayaran pajak dan retribusi daerah juga menjadi fokus, untuk meminimalisir kebocoran dan memudahkan wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya. Optimalisasi sumber daya alam yang dikelola daerah dan pengawasan retribusi pasar dan parkir menjadi area yang terus diperketat.

Kegiatan Monev ini juga dijadikan momentum oleh Bupati untuk memperkuat koordinasi antara OPD. Bupati Burhanuddin berharap, dengan sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif serta dukungan dari seluruh perangkat daerah, pelaksanaan kegiatan di sisa tahun anggaran dapat diselesaikan tepat waktu.

“Melalui monev ini, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap seluruh perangkat daerah dapat memperkuat koordinasi, mempercepat pelaksanaan kegiatan, dan memastikan setiap program pembangunan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Komitmen pemerintah daerah untuk terus menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran ditegaskan kembali. Dengan kinerja PAD yang positif dan komitmen realisasi fisik yang tinggi, Kabupaten Bombana optimis dapat mengakhiri tahun anggaran 2025 dengan capaian pembangunan yang memuaskan dan berkelanjutan, memastikan setiap investasi fiskal memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah.