oleh

Setelah Banding, Terdakwa Lakalantas yang Tewaskan Desti Kurnia Divonis 6 Bulan

-Harapan-1567 views

Baubau, Harapansultra.com | Beberapa bulan lalu, seorang pelajar tewas tertabrak mobil di Jalan Dr. Wahidin, Kelurahan Wameo, Kecamatan Batupoara pada selasa (14/5/2019) sekira pukul 08.30 Wita. Korban ditabrak mobil mini bus warna hitam bernomor polisi B 1494 K EV yang dikendarai Darmawati (52) salah satu aparatur sipil negara (ASN) di kota Baubau.

Kasus kecelakaan yang menewaskan Desti Kurnia (alm) masih terus dikawal oleh kuasa hukumnya, Muh. Agussalim. Sabtu (5/10/19).

“Belum lama ini pihak keluarga korban telah menerima putusan banding terkait putusan tingkat pertama PN Baubau nomor 83/Pid.sus/2019/PN Bau. Dalam putusan disebutkan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi sependapat dengan pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Baubau dalam putusannya tetapi pengadilan tinggi tidak sependapat dengan masa pemidanaan yang dijatuhkan kepada terdakwa”, ucap kuasa hukum korban.

Putusan banding, lanjut Agus, menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 6 bulan dengan pertimbangan masa pemidanaan terlalu rendah bila dibandingkan dengan tingkat kelalaian terdakwa dan akibat yang ditimbulkan sehingga mengakibatkan orang lain meninggal dunia.

“Yang sebelumnya kita ketahui JPU kejaksaan Kota Baubau yang menangani perkara ini menuntut pidana penjara selama 4 bulan dan majelis hakim PN Baubau dalam perkara ini mengamini tuntutan JPU”, Lanjutnya.

Selain itu, menurut Agussalim, putusan tersebut sangat berharga bagi mereka sekaligus sebagai jawaban tentang apa yang mereka anggap kurang tepat yang kemudian diperjuangkan. Terlepas dari negatif dan positifnya penilaian tentang apa yang tetap layak untuk diperjuangkan.

“Saya bangga bersama sahabat-sahabat the law office of pasal & partners, BPK (barisan pencari keadilan), forkom (forum komunikasi mahasiswa), OKP, BEM, mahasiswa, saudara-saudara pimpi dan masyarakat yang mau bersama-sama berjuang di keluh kesah keadilan yang dipertanyakan keluargan korban”

Pihak-pihak yang Terlibat Dalam Pressure Lakalantas yang Tewaskan Desti Kurnia

Agussalim pun, berterimakasih serta memohon maaf kepada beberapa pihak terkait adanya pressure kasus yang ia dan kelompoknya lakukan selama ini.

“Saya mewakili pergerakan dan keluarga korban, secara sadar dan dewasa memohon maaf kepada PN Baubau, Kejaksaan Negeri Baubau dan Satlantas Baubau terkhusus hakim dan JPU dalam perkara ini serta penyidik, pastinya ada tindakan dan perkataan yang kurang baik utk dilihat, didengar, dan dibaca mengingat perkara ini sebagai isu viral baik di praktek hukum maupun medsos. Saya dan keluarga korban pun berterimakasih kepada penegak hukum di kota baubau, yang selalu punya ruang dan waktu mendengar serta merasakan apa yang kami suarakan”, tutupnya.

Laporan : Muh. Alwi

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA