
Bombana, HarapanSultra.COM | — Udara pagi yang segar menyelimuti halaman kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bombana, Kamis (26/6/2025). Deretan bunga warna-warni dan tanaman obat keluarga (TOGA) tampak tertata rapi di sepanjang jalur masuk. Suasana yang hijau, bersih, dan nyaman itu bukan sekadar pencitraan—melainkan hasil dari kerja bakti dan kepedulian seluruh jajaran DPPKB dalam merawat lingkungan kerja mereka.
Hari itu, DPPKB menjadi salah satu OPD yang dikunjungi Tim Penilai Lomba Kebersihan Kantor tingkat Kabupaten Bombana. Tim terdiri dari unsur PKK Kabupaten, anggota Persit Kodim Bombana, dan Bhayangkari Polres Bombana. Mereka hadir bukan hanya untuk menilai keindahan dan kebersihan kantor, tapi juga untuk menangkap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan kerja yang sehat.
Kepala DPPKB Bombana, Drs. H. Abdul Azis, M.Si menyambut kedatangan tim dengan hangat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada DPPKB untuk berpartisipasi dalam lomba yang penuh nilai positif ini.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Tim Penilai atas kunjungannya. Ini menjadi momen penting bagi kami, bukan untuk sekadar dinilai, tetapi untuk menunjukkan bahwa menjaga kebersihan dan menciptakan suasana kerja yang asri adalah bagian dari budaya kami di DPPKB,” ujarnya.
Tidak hanya ucapan sambutan, Abdul Azis juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh staf dan pegawai yang selama ini konsisten menjaga lingkungan kantor. Setiap pekan, DPPKB rutin menggelar kerja bakti. Tidak hanya menyapu atau membersihkan ruangan, tetapi juga menanam bunga dan tanaman toga di halaman kantor sebagai bentuk komitmen terhadap lingkungan yang sehat dan produktif.

Lomba kebersihan dan keindahan antar-OPD ini merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Bombana dalam rangka menumbuhkan budaya bersih, hijau, dan tertata rapi di lingkungan birokrasi. Bukan hanya untuk estetika semata, tetapi juga demi menciptakan kenyamanan kerja dan pelayanan publik yang maksimal.
Penilaian dilakukan secara menyeluruh—mulai dari kebersihan dalam ruangan, kerapian arsip dan dokumen, hingga pengelolaan taman dan area luar. Para anggota tim penilai tampak antusias saat melihat pot-pot bunga yang dirawat sendiri oleh pegawai, serta pemanfaatan halaman kantor sebagai media edukasi keluarga melalui tanaman obat.
“Bukan hanya soal bersih, tapi juga bagaimana kantor ini hidup—penuh semangat, ada sentuhan pribadi, dan menunjukkan rasa memiliki dari seluruh pegawai,” komentar salah satu anggota tim penilai saat menyusuri area taman kecil di sisi selatan kantor.
DPPKB berharap, lomba ini bukan sekadar kontestasi tahunan, tetapi bisa menjadi penyulut semangat untuk menjadikan kebersihan dan keindahan sebagai bagian dari etos kerja. Ketika ruang kerja bersih dan indah, suasana menjadi lebih kondusif, pikiran lebih jernih, dan pelayanan kepada masyarakat pun meningkat kualitasnya.
Kegiatan seperti ini juga menjadi ajang silaturahmi antarinstansi, memperkuat sinergi lintas sektor, dan membangun kepedulian kolektif bahwa lingkungan kerja yang sehat bukan tanggung jawab satu orang, melainkan tanggung jawab bersama.
Dengan semangat Harganas dan budaya kerja bersih, DPPKB Bombana membuktikan bahwa pelayanan publik tidak hanya bisa dinilai dari dokumen dan data—tetapi juga dari bagaimana tempat kerja mereka mencerminkan nilai, rasa, dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan. Sebab kantor yang bersih bukan hanya tempat bekerja, melainkan rumah kedua tempat semangat pengabdian tumbuh setiap hari.







